Kapolda Kalbar Ingatkan Kerawanan Situasi Berbarengan Tahapan Pemilu 2019

Dua Jenderal TNI-Polri pimpin upacara gelar pasukan operasi ketupat Kapuas 2019 dalam rangka mengamankan hari besar keagamaan

Kapolda Kalbar Ingatkan Kerawanan Situasi Berbarengan Tahapan Pemilu 2019
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalbar H Sutarmidji didampingi Kapolda Kalbar dan Pangdam XII TPR cek kesiapan pasukan dalam melakukan pengamanan Ops Ketupat Kapuas 2019. 

Kapolda Kalbar Ingatkan Kerawanan Situasi Berbarengan Tahapan Pemilu 2019

PONTIANAK - Dua Jenderal TNI-Polri pimpin upacara gelar pasukan operasi ketupat Kapuas 2019 dalam rangka mengamankan hari besar keagamaan yakni Hari Raya Idul Fitri 1440 H /2019.

Tak hanya menjadi inspektur upacara, kedua jenderal bintang dua ini yakni Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan Pangdam XII Tanjungpura Mayjend TNI Herman Asaribab mendampingi Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengecek kesiapan personel yang akan mengamankan Hari Raya Idul Fitri 1440 H 2019 di Wilayah Hukum Polda Kalimantan Barat.

Upacara Kesiapan pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2019 yang turut di hadiri sejumlah unsur pimpinan dan forkopimda para pejabat instansi sipil dan TNI serta pejabat utama Polda Kalimantan Barat.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dalam menyampaikan amanat dari Kapolri Jend Pol Tito Karnavian yang mengingatkan beberapa hal kepada pasukan apel. Satu diantaranya soal kerawanan situasi, karena berbarengan dengan proses pemilu.

Baca: Live Streaming Bhayangkara Vs Barito Putera di Ochannel, Skor Sementara Bhayangkara FC Unggul 2-0

Baca: Polres Mempawah Mutasi Tiga Perwira, Kompol Sandhy WG Suawa Jabat Kapolsek Sui Pinyuh

Baca: VIDEO: Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2019 Polres Sanggau

"Lebaran tahun ini dilakukan bersamaan dengan proses tahapan Pemilu 2019. Karena itu, potensi kerawanan akan lebih komplek dibanding tahun sebelumnya. Ada berbagai gangguan yang diidentifikasi, diantaranya terorisme, kejahatan konvensional seperti copet, begal, premanisme, hipnotis dan lain-lain, aksi intoleransi dan kekerasan," kata Didi dalam amanat Kapolri pada Selasa (28/5/2019) sore di taman alun-alun Kapuas Pontianak

Selain itu, potensi gangguan terhadap kelancaran dan keselamatan transportasi darat, laut dan udara, permasalahan terkait stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta bencana alam tetap menjadi potensi kerawanan yang harus diantisipasi secara optimal dalam Operasi Ketupat tahun 2019 ini.

"Dalam kesempatan ini, saya memiliki keyakinan dan harapan bahwa Polri didukung TNI dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam Operasi Ketupat tahun 2019, akan bekerja keras dan mengerahkan segenap sumber daya dalam pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2019,"ujar Kapolda Kalbar

"Kita semua berharap, operasi yang berjalan dari 29 Mei sampai 10 Juni 2019 nanti akan berjalan dengan sukses. Kerja keras dan kebersamaan menjadi kunci dalam rangka operasi ketupat 2019,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved