Inilah Enam Tuntutan Aliansi Masyarakat pada Polres Mempawah

Saat berorasi mereka membawa properti berupa 'kuburan' sebagai simbol protes dalam aksi mereka.

Inilah Enam Tuntutan Aliansi Masyarakat pada Polres Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY
Massa aksi yang hendak berorasi ke Polres Mempawah sembari membawa 'kuburan' tertahan di kawasan Terminal Mempawah, Senin (27/5/2019). 

Inilah Enam Tuntutan Aliansi Masyarakat pada Polres Mempawah

MEMPAWAH - Puluhan massa gabungan dari organisasi HMI, SBI, POM, SPM, Karang Taruna Penibung dan Bara CI yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Mempawah tertahan di kawasan Terminal Mempawah saat hendak menyampaikan aspirasi ke Polres Mempawah, Senin (27/5/2019) siang.

Mereka dihadang oleh sejumlah anggota kepolisian dari Polres Mempawah yang melarang mereka untuk berorasi di halaman Polres.

Saat berorasi mereka membawa properti berupa 'kuburan' sebagai simbol protes dalam aksi mereka.

Baca: AC Milan Gagal Melaju ke Liga Champions Musim Depan, Gianliugi Donnarumma Sial Dua Kali

Baca: Balapan di F2 GP Monaco 2019, Sean Galael Gagal Ulang Sukses Musim Lalu

Ada enam tuntutan yang mereka sampaikan ke Polres Mempawah, yakni sebagai berikut:

1. Meminta kepada elit politik dan semua pihak untuk tidak melakukan tindakan provokatif yang menggangu kondusifitas.

2. Mengecam tindakan refresif oknum aparat kepolisian dalam mengamankan masa aksi di Jakarta dan Pontianak yang berakibat jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

3. Mendesak Komnasham untuk menyelidiki dan mengungkap pelanggaran HAM oleh oknum aparat kepolisian serta penyebab meninggalya sejumlah demonstran dan dugaan penggunaan peluru tajam oleh aparat di Jakarta dan Pontianak.

4. Menuntut Polri untuk menindak tegas oknum aparat yang bertindak refresif dan arogan yang berpotensi melanggar HAM saat mengamankan massa aksi di Jakarta dan Pontianak.

5. Menuntut Kapolri dan Kapolda Kalbar untuk bertanggung jawab atas tindakan refresif aparat kepolisian dalam mengamankan massa aksi di Jakarta dan Pontianak yang mengakibatkan sejumlah korban meninggal dunia dan ratusan luka-luka.

6. Kami dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Mempawah meminta elit-elit pemerintah dan para tokoh untuk segera mendinginkan suasana serta melakukan rekonsiliasi guna menjaga kondusifitas negara dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved