VIDEO: Simak Penjelasan Dokter Hewan Terkait Pemeriksaan Hewan Ternak

Dokter Hewan Tika Nurhayati, yang menjabat sebagai Kasi Kesehatan Hewan di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikananan

VIDEO: Simak Penjelasan Dokter Hewan Terkait Pemeriksaan Hewan Ternak

MEMPAWAH - Dokter Hewan Tika Nurhayati, yang menjabat sebagai Kasi Kesehatan Hewan di Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikananan Kabupaten Mempawah menjelaskan, bahwa setiap sapi yang akan di potong untuk di edarkan di pasar maupun dikirim ke luar daerah harus melewati pemeriksaan.

"Tujuannya untuk menjamin kualitas daging yang dijual di pasaran baik itu di Mempawah maupun sapi yang dikirim ke luar daerah," ujarnya, Minggu (26/5).

Setelah diperiksa kata dia, baru kita keluarkan Surat Kesehatan Hewan (SKH) setelah itu baru sapi tersebut boleh di potong dan di edarkan.

"Untuk H-1 sebelum lebaran dan hari lebaran, kita fokuskan pemeriksana ke tempat pemotongan hewan," ucapnya.

Tika menjelaskan, ada dua tahap pemeriksaan yang dilakukan yakni antemortem dan post mortem.

Baca: Jelang Mudik Lebaran, SAR Pontianak Siagakan 4 Posko

Baca: VIDEO: Penjelasan Kabid Perdagangan Disperindagnaker Terkait Penataan Ulang PKL Sebukit Rama

Pemeriksaan antemortem yakni sebelum sapi tersebut di potong, hasil pemeriksaan itu menentukan apakah sapi tersebut layak di potong atau tidak.

Setelah di potong, dilanjutkan dengan pemeriksaan post mortem untuk menetukan apakah sapi tersebut layak untuk di edarkan di pasar maupun luar daerah.

"Daging dan jeroan tergolong tidak layak jual jika ditemukan cacing hati, nanti akan kita pilah mana yang layak jual mana yang tidak layak," ujarnya.

Simak selengkapnya dalam petikan video di atas.

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved