Remaja 15 Tahun Meninggal dalam Aksi 22 Mei 2019, Ini Pernyataan KPPAD Kalbar

kami mengharapkan pihak kepolisian menginvestigasi apa sebenarnya penyebab meninggalnya Anada RS

Remaja 15 Tahun Meninggal dalam Aksi 22 Mei 2019, Ini Pernyataan KPPAD Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MARPINA SINDIKA WULANDARI
KPPAD saat memberikan pernyataan terkait meninggalnya seorang rema berusia 15 tahun, Senin (27/5/2019) 

Remaja 15 Tahun Meninggal dalam Aksi 22 Mei 2019, Ini Pernyataan KPPAD Kalbar

PONTIANAK- Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) memberikan pernyataan terkait meninggalnya seorang remaja, RS (15) dalam aksi 22 Mei 2019 lalu.

Dalam Rilis KPPAD, Senin (27/5/2019) data yang sudah dikumpulkan KPPAD terdapat satu orang anak meninggal RS (15) dan 5 orang korban anak luka (Sa, An, Ra, Ga, SyH) yang dirawat di rumah sakit yang ada di Pontianak.

Insiden itu sangat disayangkan sehingga menimbulkan kekerasan dan korban terhadap anak, baik meninggal atau luka-luka dan anak yang menjadi bagian pelaku kerusuhan tersebut.

Baca: Stepanus: Pekan Gawai Dayak Naik Dango Jadi Indikator Singkawang Hebat

Baca: Bupati Martin Minta Perusahaan Bayar THR ke Karyawannya Tepat Waktu

Divisi Data Informasi dan Pelayanan Pengaduan/ Mediasi KPPAD, Alik R. Rosyad, meminta Kapolda Kalbar untuk mengusut tuntas penyebab meninggalnya RS dan meminta di proses secara hukum jika pelaku sudah ditemukan.

"Kami mendorong agar proses hukum apabila pelaku terhadap meninggalkan ananda RS ditemukan, kami mengharapkan pihak kepolisian menginvestigasi apa sebenarnya penyebab meninggalnya Anada RS," ujar Alik R. Rosyad.

Alik R. Rosyad minta kepada pemerintah dan pemerintah daerah untuk memberikan trauma healing dan pendampingan pemulihan psikologi terhadap anak yang menjadi korban maupun yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Selain itu, lanjut Alik, KPPAD juga meminta dukungan semua stakeholder perlindungan anak agar memberikan perhatian dan pengawasan lebih kepada anak-anaknya agar tidak terlibat pada kerusuhan dan kejadian lain yang menimbulkan potensi bahaya. 

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved