Pengamat Politik Untan Nilai Faktor Figur Penentu di Pilkada

Pengamat Politik Untan, Jumadi, Ph.D menilai yang penting dalam pilkada adalah sosok figur.

Pengamat Politik Untan Nilai Faktor Figur Penentu di Pilkada
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Akademisi FISIP Untan, Dr. Jumadi, M.Si 

Pengamat Politik Untan Nilai Faktor Figur Penentu di Pilkada

PONTIANAK - Sejumlah parpol di Kalbar mempersiapkan kadernya untuk menghadapi pilkada 2020.

Pengamat Politik Untan, Jumadi, Ph.D menilai yang penting dalam pilkada adalah sosok figur.

Berikut analisanya.

Menurut saya hal yang wajar, artinya mulai sekitar bulan oktober memang parpol memang harus membenahi untuk mempersiapkan menghadapi pilkada.

Jadi kalau misalnya setiap parpol untuk mempersiapkan kader terbaiknya menurut saya hal yang wajar saja karena merupakan bagian dari proses rekrutmen politik.

Baca: Pemkab Sintang Pastikan Semua Sektor Siap Dukung Persiapan Mudik dan Perayaan Idul Fitri

Baca: Produk Mukena Artis Syahrini Laris Manis Diserbu Konsumen, Modelnya Mewah Dihiasi Emas 24 Karat

Baca: Jadwal Pekan 3 Liga I Indonesia, Persib Tandang Lawan Semen Padang, Laga Kandang Perdana Persija

Walaupun nanti proses seleksinya dalam pengalaman pilkada tidak juga mesti berasal dari internal partai, tergantung koalisinya.

Ada yang partai mengusung sendiri jumlah persentase memenuhi persyaratan namun umumnya akan berkoalisi, konsekuensi dari koalisi itulah bisa kadernya yang maju dan juga mengusung diluar kader yang punya komitmen dengan koalisi.

Mengusung kader dipilkada dikaitkan dengan pileg merupakan hal yang berbeda, pilkada persentasi dukungan tidak terlalu berbeda, tapi kalau pileg pilihnya berbeda, namun jika bisa mengusung kadernya bisa menjadi prestasi politik bagi parpol.

Di pilkada lebih kepada faktor figur, baru nanti kekuatan mesin politik bekerja mengusung figur yang cocok, oleh karena itu menurut saya tidak bisa terbantahkan jika ada kader diukur dulu elektabilita dan kapabalitasnya.

Perilaku pemilih sekarang bisa diprediksi walaupun tidak pasti, tapi prediksi itu mendekati kebenaran, sehingga faktor figur menentukan barulah parpol sebagai mesin politik bekerja.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved