Ramadan

Konsultasi Ramadan: Membatalkan Puasa Karena Tak Mampu Menahan Syahwat, Apa Konsekuensinya?

Dalam Alquran sudah dijelaskan hal- hal yang membolehkan tidak berpuasa atau membatalkannya, yaitu sakit atau safar.

Konsultasi Ramadan: Membatalkan Puasa Karena Tak Mampu Menahan Syahwat, Apa Konsekuensinya?
NET
Ilustrasi 

Konsultasi Ramadan: Membatalkan Puasa Karena Tak Mampu Menahan Syahwat, Apa Konsekuensinya? 

PONTIANAK - Asalamualaikum.

Ustaz mau nanya nih, kalau kita sengaja membatalkan puasa karena syahwat yang tinggi boleh ngak ya?

Kalau boleh, terus sebagai penggantinya bagaimana ya?

081522134xxx

Sanksi Berat

"Waalaikumus Salam warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam Alquran sudah dijelaskan hal- hal yang membolehkan tidak berpuasa atau membatalkannya, yaitu sakit atau safar.

Sedangkan kasus yang dihadapi adalah tak mampu menahan syahwat, maka inilah fungsi dari puasa untuk menahan hawa nafsu pada siang hari, sedangkan di malam hari dapat menyalurkan dengan istrinya.

Baca: Konsultasi Ramadan: Bayar Zakat yang Dititipkan Kepada Orang Lain, Apa Hukumnya?

Baca: Konsultasi Ramadan: Mimpi Basah di Siang Hari, Puasanya Batal Tidak Ya?

Jika melakukan disiang hari, maka sanksinya lebih berat yaitu membayar kaffarat dan berpuasa 2 bulan berturut-turut atau memberi makan fakir miskin sebanyak 60 orang.

Meninggalkan puasa dengan alasan ini dosa besar dan tidak dapat diganti, kecuali segera bertaubat kepada Allah SWT. Allahu a'lam bishawab.

Syukron,"

Konsultasi ini diasuh oleh Imam Masjid Raya Mujahidin, Drs H Nasution Usman.
Kirim pertanyaan anda ke nomor, SMS/WA 085252581180. (zul)

Penulis: Zulkifli
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved