Kasus Audrey Lanjut Persidangan, Penasehat Hukum Siap Hadirkan Yang Dibutuhkan Jaksa

Edwar pun menegaskan bahwa batalnya Diversi ini karena pihak pelaku yang merasa keberatan dengan syarat yang ada.

Kasus Audrey Lanjut Persidangan, Penasehat Hukum Siap Hadirkan Yang Dibutuhkan Jaksa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ File
Kuasa Hukum Audrey, H Daniel Edward Tangkau 

Kasus Audrey Lanjut Persidangan, Penasehat Hukum Siap Hadirkan Yang Dibutuhkan Jaksa

PONTIANAK - Kasus perundungan siswi SMP yang di lakukan oleh sejumlah siswi SMA di Kota Pontianak bakal memasuki babak baru yakni tahap Persidangan, hal ini dikarenakan diversi tahap akhir di Pengadilan Negeri Pontianak gagal pada 23 Mei 2019 lalu.

Penasehat Hukum korban yakni Daniel Edward Tangkau saat di jumpai Tribun di pengadilan Kamis (23/5/2019) mengungkapkan bahwa gagalnya diversi ini karena pihak keluarga korban dan keluarga pelaku tidak menemui kata sepakat.

Ia menjelaskan bahwa pihak pelaku keberatan dengan point' usulan yang di ajukan oleh keluarga korban dan ingin melanjutkan permasalahan ini ketahap persidangan.

Dan terkait proses yang akan dilaksanakan ke tahap persidangan, Edward mengaku bahwa pihaknya telah siap untuk menghadirkan berbagai bukti yang ada ke persidangan.

"Kita siap saja menghadirkan apa yang dibutuhkan oleh pihak penegak hukum dalam hal ini yakni jaksa, semua akan kami serahkan ke Jaksa bukan kami, karena ini Pidana cuman sistemnya disebut pidana anak, beda dengan pidana biasa, ini khusus, jadi nanti kalau sudah sidang ya jaksa, dan apapun keputusan kita ikut,"tutur Edwar.

Baca: Yosef: Pembangunan Betang Uma Idaa Beraan Bantuan dari Kemendikbud

Edwar pun menegaskan bahwa batalnya Diversi ini karena pihak pelaku yang merasa keberatan dengan syarat yang ada.

"Sebenarnya pihak keluarga sudah baik , sudah bagus, sudahlah di umumkan saja dimedia, distasiun Tv yang mana, tapi tidak mau juga, tidak mampu, pertama oke, kedua ketiga katanya harus bayar, dan bayar ini yang mereka tidak mampu,"ujarnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa untuk melanjutkan ke proses persidangan, bukan keinginan pihaknya sebagai korban, namun keinginan dari pihak pelaku.

"Sebenarnya saya kaget, sebenarnya hari ini kita tinggal tanda tangan, Lo kok dia nolak, dia tidak menerima itu permohonan maaf di media , bukan tidak terima, mau tapi mahal dan minta kebijakan kita lagi, kami lihat, kalau itu kebijakan masih ada kesempatan oleh mediator Bu hakim disini, diberikan sampai tanggal 14 Mei, maksud kita kalau tanggal 14 ini oke, mungkin ada kemudahan - kemudahan  ya ndak apa - apa, tapi mereka ndak mau, malah hari ini terhitung tanggal 23 mereka mau lanjut (persidangan) jadi mereka yang minta lanjut ke Persidangan ini bukan kami, dan Ini permintaan pengacara, permintaan keluarga, permintaan tersangka, kami pihak pelapor, jadi ndak ada urusan, mereka mau begitu ya sudah,"jelasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved