Kasus Audrey Gagal Diversi, Kuasa Hukum Terduga Pelaku Siap Buka Fakta di Persidangan

Deni Amiruddin pun menegaskan bahwa pihaknya sangat siap untuk mengahadapi persidangan nanti

Kasus Audrey Gagal Diversi, Kuasa Hukum Terduga Pelaku Siap Buka Fakta di Persidangan
Kolase/Instagram
Kasus Audrey Pontianak 

Kasus Audrey Gagal Diversi, Kuasa Hukum Terduga Pelaku Siap Buka Fakta di Persidangan 

PONTIANAK- Kasus penganiayaan siswi SMP yang dilakukan oleh sejumlah siswi SMA yang menggemparkan Indonesia akan berlanjut ke tahap persidangan setelah Diversi di pengadilan gagal. 

Deni Amiruddin, kuasa hukum dari para terduga pelaku mengaku bahwa dirinya sangat menyayangkan gagalnya diversi di tahap pengadilan ini.

Dan akhirnya kasus ini akan di selesaikan di tahap persidangan, namun, iapun mengungkapkan bahwa untuk jadwal persidangan sendiri hingga kini masih belum di tentukan.

 "Belum ada jadwal, mungkin lepas lebaran jadwal persidangan,"ungkapnya. Senin (27/5/2019).

Baca: VIDEO: Pawai Karnaval Pekan Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang

"Pada prinsipnya kami menyangkan diversi yang ketiga kalinya ini gagal, menjadi kandas kembali untuk ketiga kalinya dan ini yang mempersulit adalah pihak korban sendiri, namun demikian kami juga siap untuk melakukan pembelaan di persidangan,"ujar Deni Amiruddin.

Deni menegaskan gagalnya diversi tahap 3 ini sendiri karena pihak keluarga korban Audrey menambahkan point kesepakatan di luar point yang sudah di tentukan sebelumnya, sehingga membuat keluarga pelaku keberatan.

"Setelah diversi sebelumnya, sebenarnya sudah ada kata sepakat, ada 2 point' yang diminta, silaturahmi kerumah, lalu meminta permintaan maaf melalui media lokal sebenarnya, dan belakangan mintanya media nasional selama 3 hari, jatuhnya kalau 3 hari itu jadi iklan, dan televisi nasional kalau iklan itu satu menit nya bisa saja 35 sampai Rp50 juta, bayangkan kalau 5 atau 6 ada televisi nasional. Toh apa si esensial dari permohonan maaf itu, ini tujuannya mau meminta maaf atau mempermalukan orang, tujuan , esensial dari permintaan maaf itukan keluhuran hati orang yang meminta maaf dan keluhuran hati orang yang memberi maaf," paparnya.

Baca: Wabup Effendi Serahkan Dana Zakat Baznas

Baca: Pengamat Hukum Tata Negara Feri Amsari : Bambang Widjojanto Sedang Mainkan Strategi Pressure Public

Selanjutnya, Deni Amiruddin  mengungkapkan bahwa saat pihaknya hendak bersilaturahmi, Keluarga korban melalui penasehat hukumnya meminta kepada keluarga pelaku untuk turut memberikan ganti biaya perawatan korban selama di rumah sakit.

"Pada saat hendak silaturahim ke orangtua korban itulah, orangtua korban melalui pengacaranya menyampaikan bahwa orangtua korban meminta ganti rugi uang biaya rumah sakit, padahal kita ketahui semua, bahwa walikota Pontianak menggratiskan biaya rumah sakit itu. Nah inilah yang menurut saya, sudah sejak awal. Keliling show dari Tv satu ke Tv lain itu, saya melihat ada dugaan eksploitasi anak secara ekonomi, ini malah justru melanggar hak anak dan melanggar undang - undang perlindungan anak,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved