Pemilu 2019

Zulfydar Dorong Rekonsiliasi Nasional Pasca Pemilu

Pelaksanaan mediasi harus secara terbuka dan terang, karena ini menyangkut dan melibatkan kedua belah pihak dalam proses Rekonsiliasi

Zulfydar Dorong Rekonsiliasi Nasional Pasca Pemilu
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Pengusaha Transportir Kalbar Zulfydar Zaidar Mochtar SE MM. 

Zulfydar Dorong Rekonsiliasi Nasional Pasca Pemilu

PONTIANAK - Satu diantara Aktivis Eksponen '98, Zulfydar Zaidar Mochtar, S.E., M.M mendorong adanya rekoniliasi nasional pasca pemilu seperti yang juga didorong Wapres JK belum lama ini.

Menurut Zulfy, pelaksanaan mediasi harus secara terbuka dan terang, karena ini menyangkut dan melibatkan kedua belah pihak dalam proses Rekonsiliasi Nasional terkait pemilu 2019.

"Momen Pemilu Serentak 2019, berujung pada kedua belah pihak saling klaim atas kemenangannya, serta ada salah satu pihak yang meminta penjelasan secara rinci atas kemenangan dari pihak lainnya. Tetapi dalam hal ini, jika memang akan dibentuk tim rekonsiliasi nasional atas inisiasi dari Pak JK, maka diharapkan tokoh-tokoh yang akan dipilih merupakan sosok tokoh yang netral atau cenderung tidak berat ke salah satu pihak," katanya sesuai rilis tertulis ke Tribun Pontianak Sabtu (25/05/2019).

Kalaupun ada tokoh yang cenderung memihak atau cenderung berasal dari salah satu pihak, lanjutnya, maka harus ditimbulkan atau dipilih tokoh-tokoh dari masing-masing pihak, agar imbang dari segi komposisinya.

Baca: Asal Mula Rumah Pintar Punggur Cerdas Berdiri

Baca: Organisasi Mahasiswa Islam Singkawang Dukung Pekan Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang 2019

Baca: Besok Pembukaan Pekan Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang

"Rekonsiliasi Nasional ini bukan hanya untuk mendapatkan kedamaian secara cepat, tetapi akar pokok permasalahannya tidak terselesaikan, karena kita 5 tahun lagi juga akan ketemu lagi pemilu, terutama akar permasalahan antara pihak 01 dan pihak 02, terkait adanya ketidakpercayaan (distrust) pada hasil Pemilu 2019 ini. Nah, inilah akar permasalahan yang harus diselesaikan. Terkait adanya tuntutan untuk mencari kebenaran, maka terbuka saja," ujarnya yang juga sebagai Ketua Forum Mediasi Indonesia.

Sosok pemicu Rekonsiliasi Nasional, menurutnya, ialah seseorang yang ditokohkan dan memang posisinya sudah diatas, artinya disegani dan dipercayai oleh kedua belah pihak, cenderung lebih moderat.

Ia pun mengatakan Rekonsiliasi Nasional sebaiknya dilakukan setelah tahapan Pemilu 2019 ini selesai dan telah ditetapkan hasilnya. Namun, tahapan awal rekonsiliasi harus sudah dimulai dan dirintis dari sekarang.

Zulfy menegaskan bahwa hal ini dilakukan untuk menghindari friksi atau gesekan antar tokoh bangsa, diibaratkan mesin, saat ini pasti masih panas dan sensitif, bahkan cenderung berseteru, sehingga perlu dilakukan tahapan-tahapan yang bijak untuk memulai dan merintis rekonsiliasi tersebut agar suhu politik dapat berangsur-angsur mendingin.

Menurutnya, Rekonsiliasi Nasional ini juga bertujuan untuk menghasilkan suatu putusan Win Win Solution untuk kepentingan bangsa indonesia sehingga diharapkan tokoh-tokoh yang akan menjadi inisiator tersebut dapat mewujudkannya dan membawa ke ranah terbaik melalui pendekatan persuasif.

"Artinya pihak-pihak yang berseteru diberikan peranan yang sama secara bijak, dalam pola Mediasi Tradisional, yakni dengan cara melakukan pertemuan-pertemuan berkala secara terus menerus (simultan)," ujar Penulis Buku 'Mediasi Tradisional' ini.

Maka, sambungnya, jangan sampai tujuan Rekonsiliasi Nasional ini cuma hanya bertahan untuk sementara waktu atau peredam sementara saja, karena hal ini pasti akan menuai titik dan cacatan sejarah yang tidak baik, sehingga harus dituntaskan sampai selesai.

"Saya secara pribadi mendorong pelaksanaan Rekonsiliasi Nasional, namun tuntas kan dulu akar masalah dan masalah dalam pemilu 2019," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved