PMII IAIN Kunjungi Anak-anak Rumah Binaan Khatulistiwa Untuk Berbagi

Komunitas Rumah Binaan Khatulistiwa Berbagi dikunjungi sahabat-sahabat PMII IAIN Pontianak Raya dan Komunitas SEANGLE

PMII IAIN Kunjungi Anak-anak Rumah Binaan Khatulistiwa Untuk Berbagi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana kegiata PMII dan Anak-anak Rumah Binaan Khatulistiwa Berbagi. 

Citizen Reporter
Kader PMII Pontianak
Linawati

PMII IAIN Kunjungi Anak-anak Rumah Binaan Khatulistiwa Berbagi

PONTIANAK - Komunitas Rumah Binaan Khatulistiwa Berbagi dikunjungi sahabat-sahabat PMII IAIN Pontianak Raya dan Komunitas SEANGLE dalam dalam agenda “ Green Charity In Ramadan” yang beralamat di Jl. Untung Suropati, Veteran, Sabtu (25/5/2019).

Rumah Binaan Khatulistiwa Berbagi ini berdiri sejak tahun 2014 lalu yang di latar belakangi oleh tergeraknya hati salah satu pendiri komunitas ini Anggita Anggraini dan Jimmy melihat adik-adik wilayah Waduk Permai yang kehilangan semangatnya dalam dunia pendidikan sehingga sekolah dan cita-cita bagi mereka hanya dimiliki oleh kalangan orang kaya saja.

“Komunitas ini memang ditujukan untuk menumbuhkan semangat dan motivasi adik-adik waduk permai yang berasal dari kalangan menengah ke bawah dimana salah satu dari mereka ada yang menjadi pemulung, pengemis dan pengamen usai jam sekolah sehingga yang awalnya mereka ada yang tidak naik kelas sampai 2 kali kini mereka bisa menempati posisi ranking kelas," ujar Anggita.

Baca: VIDEO: Visi Misi Bujang dan Dara Gawai Dayak Kalbar 2019, Pontianak

Baca: Berikut Ini Kondisi Cuaca di Sebagian Wilayah Kalbar Hari Ini 26 Mei 2019

Baca: Jadwal Pekan Ketiga Shopee Liga 1 2019, Peluang Persija Geser Persib di Papan Tengah Klasemen

Perjalanan yang tidak mudah untuk bisa sampai di titik ini, awal terbentuknya komunitas ini mengalami banyak halangan lantaran kegiatan belajar mengajar yang hanya dilakukan kerumah-rumah adik binaan sehingga tak ayal kadang di usir oleh warga.

Dan pada akhirnya dengan proses yang cukup rumit kini komunitas ini mendapatkan rumah khusus untuk proses pembelajaran. Serta kini semakin banyak donatur yang melirik komunitas ini dengan memberi bantuan pada mereka.

“Saya sebagai salah satu anak binaan disana merasakan perubahan yang sangat baik, karna awalnya yang ada di fikiran kami itu bahwa cita-cita hanya dimiliki oleh kalangan orang kaya saja. Dengan belajar disini kini saya yang dulunya sebagai pengemis kini sudah bisa menyelesaikan pendidikan SMK dan menjadi staf di salah satu hotel di Pontianak dan mengabdikan diri di komunitas ini mejadi tenaga pengajar”. Ujar salah satu anak Binaan Khatulistiwa berbagi.

Kepekaan masyarakat sekitar terhadap lingkungan dan kehidupan sosial mesti meluas seperti apa yang telah dilakukan oleh kawan-kawan komunitas khatulistiwa berbagi ini. Sangat miris ketika mendengar langsung pernyataan mengenai kalangan menengah kebawah tidak berhak memiliki cita-cita.

Cambuk bagi mahasiswa sebagai Agen Of Change agar mampu menjadi jembatan mewujudkan cita-cita mereka. Menumbuhkan kepercayaan bahwa cita-cita itu adalah hak semua orang.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved