Me Campus

Mengambil Keputusan dengan Bijaksana, Ini Pendapat Ketua BEM FH Untan Pontianak

"Untuk sebuah keputusan, saya ambil contoh dengan menyikapi hasil pemilu yang diputuskan KPU,'

Mengambil Keputusan dengan Bijaksana, Ini Pendapat Ketua BEM FH Untan Pontianak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sy. Arifin Habibi 

Mengambil Keputusan dengan Bijaksana, Ini Pendapat Ketua BEM FH Untan Pontianak

PONTIANAK - Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia.

Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Setiap keputusan mempunyai kadar tingkatan yang berbeda-beda.

Keputusan biasanya memiliki empat tingkatan yaitu keputusan otomatis, keputusan yang bedasarkan informasi yang diharapakan, keputusan yang bedasarkan pertimbangan,serta keputusan bedasarkan ketidakpastian ganda.

Baca: Kutip Kata-kata Bung Karno, I Putu: Mulai Berfikir Jernih

Baca: Keputusan Menjadi Pilihan Sulit, Jika Tanpa Rencana yang Tepat

Lalu bagaimana mahasiswa seorang kaum intelektual menanggapi sebuah hasil keputusan?.

Yuk kita simak penuturan  Sy. Arifin Habibi, mahasiswa yang juga ketua BEM Fakultas Hukum Untan Pontianak yang punya kaun Instagram @sy.arifin04, Sabtu (25/05/2019): 

"Untuk sebuah keputusan, saya ambil contoh dengan menyikapi hasil pemilu yang diputuskan KPU, saya harap elite politik untuk dapat bersikap bijaksana, menang dan kalah itu adalah hal yg biasa dalam sistem demokrasi.

Kemudian perlu juga kita ketahui bahwasannya hasil pemilu yang telah diputuskan dan diumumkan oleh kpu memiliki legitiminasi dan berkekuatan hukum tetap karna dihasilkan dari proses demokrasi yg jurdil yaitu jujur dan adil.

Baca: UPT Bahasa Untan Gelar Untan English Olympiad, Pemenang Akan Wakili Ditingkat Se-Asia Tenggara

Baca: Lulusan Terbaik FKIP Untan, Ini Cerita di Balik Prestasi Mega

Oleh karena itu saya berharap seluruh rakyat Indonesia untuk stop provokasi dan ujaran kebencian yang bisa memecah belah bangsa.

Meskipun kita ketahui pada saat ini yang mana pesta demokrasi yang seharusnya membuat kita bahgia malah membuat rakyat terpecah.

Upaya yang sekarang kami akan saya lakukan saat ini yaitu selalu memonitoring arah kebijakan pemerintah dari segi akademisi dan juga membangun komunikasi dengan anggota dewan dengan masyarakat yang diwakilkannya.

Agar segala kebijakan pemerintah itu selalu mewakilkan apa yang diinginkan masyarakat milenial saat ini, terutama di bidang IT," ujarnya

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved