Lomba Melukis Perisai di Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak, Hewan dan Tumbuhan Ini Jadi Tema Utama

Pada perlombaan kali ini peserta yang berjumlah 19 orang diminta untuk melukis perisai yang sudah terbentuk.

Lomba Melukis Perisai di Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak, Hewan dan Tumbuhan Ini Jadi Tema Utama
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Aldo, peserta melukis perisai pada PGD ke 34 di Rumah Radangk Pontianak 

Lomba Melukis Perisai di Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak, Hewan dan Tumbuhan Ini Jadi Tema Utama

PONTIANAK - Selain digelar perlombaan kuliner tradisional, di Rumah Radangk Pontianak, pada Sabtu (25/05/2019) pagi juga diadakan lomba melukis perisai di perhelatan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke 34, Pontianak

Biasanya perisai digunakan pada tangan untuk melindungi diri pada masa peperangan dari serangan musuh.

Perisai berfungsi sebagai penahan dari serangan lawan atau sebagai alat pelindungan diri.

Perisai biasanya terbuat dari bahan-bahan logam atau dari bahan-bahan non logam seperti kayu.

Baca: Kreasi Ikan Sungai di Lomba Kuliner Tradisional Dayak, Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak

Baca: Tampilkan Karya di Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak, Ampat Talino Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian

Pada perlombaan kali ini peserta yang berjumlah 19 orang diminta untuk melukis perisai yang sudah terbentuk.

Perisai yang disediakan masih polos tanpa gambar.

Perlombaan ini diselenggarakan selama dua hari, yakni dari Jumat (24/05/2019) hingga Sabtu (25/05/2019) mulai pukul 09:00 hingga pukul 17:00.

Aldo yang merupakan peserta mengaku tidak ada kendala yang berarti dalam perlombaan ini.

Baca: Aksi Memukau Pasukan Merah di Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak

Yang rumit hanyalah membuat sketsa pada persai tersebut, mengingat dalam perlombaan peserta wajib memasukkan ciri kebudayaan khas dari Kabupaten Bengkayang berupa gambar burung ruai dan kantung semar

Hal ini diwajibkan karena pada tahun ini Kabupaten Bengkayang sebagai tuan rumah pemilik adat dalam PGD ke 34 ini.

"Yang agak susah cuma pas buat sketsa sih, karena harus masukkan gambar burung ruai dan kantung semar, nah buat paskan gambar nya itu yang agak susah," jelas Aldo sembari tetap mewarnai lukisan nya.  (Marpina Wulan)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved