Kreasi Ikan Sungai di Lomba Kuliner Tradisional Dayak, Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak

Dalam perlombaan kuliner ini peserta tidak hanya dari kaum hawa atau wanita, pria juga bisa mengikuti perlombaan tersebut. Usia juga tidak dibatasi.

Kreasi Ikan Sungai di Lomba Kuliner Tradisional Dayak, Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Peserta Lomba Kuliner Tradisional pada PGD ke 34 di aula Rumah Radank Pontianak 

Kreasi Ikan Sungai di Lomba Kuliner Tradisional Dayak, Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak

PONTIANAK - Pada acara PGD ke 34 yang bertempat di Rumah Radangk Pontianak diselenggarakan lomba kuliner tradisional.

Perlombaan ini di mulai pukul 09:00 hingga 14:00, dengan jumlah peserta 7 tim yang masing-masing tim terdiri dari dua orang.  

Lomba yang diadakan hari Sabtu (25/05/2019) di aula rumah Radank Pontianak ini mengusung tema ikan sungai dan bunga kecombrang. 

Pemilihan ikan sungai sebagai bahan dasar masakan karena ikan sungai merupakan makanan dengan sumber protein tinggi, mudah di dapat dan tentunya dengan harga yang terjangkau. Ikan sungai juga dapat dimasak dengan berbagai resep.

"Kita sengaja pilih ikan sungai karena ikan kan protein nya tinggi, terus harganya juga terjangkau. Ini juga sebagai satu bentuk kampanye kita untuk mengurangi angka stunting pada anak-anak," ujar Lusia selaku Koordinator lomba kuliner tradisional tersebut.

Baca: Tampilkan Karya di Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak, Ampat Talino Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian

Baca: Aksi Memukau Pasukan Merah di Pekan Gawai Dayak ke 34 Pontianak

Lusia juga menjelaskan disamping tinggi protein, ikan sungai juga merupakan makanan halal sehingga, siapapun bisa mendapatkan manfaatnya.

Kemudian pemilihan bunga kecombrang sebagai bumbu dasar masakan tradisional ini adalah karena bunga kecombrang memang merupakan bumbu yang memiliki cita rasa khas, bunga kecombrang juga dapat di gunakan untuk berbagai bahan masakan, terutama masakan tradisional khas suku Dayak.

Bunga kecombrang juga mudah didapatkan di pasar-pasar tradisional.

Dalam perlombaan kuliner ini peserta tidak hanya dari kaum hawa atau wanita, pria juga bisa mengikuti perlombaan tersebut. Usia juga tidak dibatasi.  (Marpina Wulan)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved