Me Campus

Bagi Sintong Panjaitan, Mengambil Keputusan Baiknya Perhatikan Aspek Syariat

"Pengambilan keputusan adalah suatu proses memilih alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi,'

Bagi Sintong Panjaitan, Mengambil Keputusan Baiknya Perhatikan Aspek Syariat
Instagram Sintong Panjaitan
Sintong Panjaitan 

Bagi Sintong Panjaitan, Mengambil Keputusan Baiknya Perhatikan Aspek Syariat

PONTIANAK - Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia.

Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Setiap keputusan mempunyai kadar tingkatan yang berbeda-beda.

Keputusan biasanya memiliki empat tingkatan yaitu keputusan otomatis, keputusan yang bedasarkan informasi yang diharapakan, keputusan yang bedasarkan pertimbangan,serta keputusan bedasarkan ketidakpastian ganda.

Baca: Mengambil Keputusan dengan Bijaksana, Ini Pendapat Ketua BEM FH Untan Pontianak

Baca: BREAKING NEWS - Instagram, WhatsApp, Facebook Sudah Normal! Pemerintah Cabut Pembatasan Kirim Gambar

Lalu bagaimana mahasiswa seorang kaum intelektual menanggapi sebuah hasil keputusan? Yuk kita simak penuturan sobat Me Campus kita, Sintong Panjaitan yang juga mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP  Untan Pontianak yang punya akun Instagram @ goresantinta97, Sabtu (25/05/2019): 

"Pengambilan keputusan adalah suatu proses memilih alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi.

Pengambilan keputusan dalam Alqura dijelaskan dengan cara bermusyawarah.

Namun Dalam menafsiri berbagai syari’at Islam kebanyakan kaum muslim sendiri lebih menekankan syari’at tersebut hanya terbatas pada sesuatu yang bersifat spritual saja.

Baca: Kutip Kata-kata Bung Karno, I Putu: Mulai Berfikir Jernih

Baca: Keputusan Menjadi Pilihan Sulit, Jika Tanpa Rencana yang Tepat

Tanpa memperhatikan adanya bentuk syariat yang mengedepankan bentuk hubungan sosial yang baik dalam masyarakat.

Bahwa kewajiban terwujudnya hubungan sosial yang baik tersebut tidak boleh ditinggalkan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat baik sesama muslim maupun non-muslim salah satunya yaitu adanya konsep musyawarah.

Agak berat kalau masalah keputusan ini, saya beraninya mengambil dari sisi agama. 

Gimana itu keputusan menurut saya yang baiknya memang secara musyawarah dan harus didasari kebenaran kejujuran keadilan dan kebijaksanaan agar keputusan tersebut tidak berdampak buruk seperti kekacauan dan lain sebagainya," 
 

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved