Wali Kota Pontianak Sampaikan Dukacita untuk Ryan, Korban Tewas Rusuh Simpang Tanjung Raya

Remaja berumur 15 tahun ini menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis (23/5/2019) malam di RSUD dr Soedarso.

Wali Kota Pontianak Sampaikan Dukacita untuk Ryan, Korban Tewas Rusuh Simpang Tanjung Raya
istimewa
TAKJIAH - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bertakziah di kediaman korban Gg M Taufik, Tanjung Raya II, Jumat (24/5/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto/Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Wali Kota (Wako) Pontianak, Edi R Kamtono menyampaikan dukacita yang dalam kepada satu korban tewas rusuh 22 Mei 2019 di simpang Tanjung Raya, Pontianak Timur, Riyan Saputra.

Remaja berumur 15 tahun ini menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis (23/5/2019) malam di RSUD dr Soedarso. Jenazahnya langsung di bawa ke rumah duka Gg M Taufik, Jalan Tanjung Raya II, Pontianak Timur.

Riyan Saputra dimakamkan di pemakaman yang tak jauh dari kediamannya di Jl Tanjung Harapan, Gang M Taufik, Kelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur, Jumat (24/5/2019) siang.

"Saya menyampaikan rasa duka cita yang sebesar-besarnya pada keluarga atas meninggalnya anaknda Ryan yang juga merupakan pelajar SMK," ucap Edi Rusdi Kamtono usai takziah pada kediaman korban di Tanjung Raya II.

Dikatakan wali kota, Ryan adalah anak yang pintar dan cerdas. Hal ini berdasarkan data yang ada di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak dan Keluarga Berencana Kota Pontianak, bahwasanya yang bersangkutan merupakan alumni dari Forum Anak Daerah (FAD).

"Kita sesalkan terjadinya kerusuhan itu. Apalagi almarhum ini anak yang tergolong pintar dan cerdas. Dia merupakan alumni Forum Anak Daerah berdasarkan data di dinas kita," ucap Edi Kamtono yang memastikan saat ini situasi Kota Pontianak kondusif, masyarakat telah beraktivitas seperti biasanya.

Sehari sebelumnya, Edi Kamtono juga telah meninjau para korban kerusuhan yang dirawat di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie. Ia berdialog dengan pasien terkait kondisi dan perawatan yang diterima selama di rumah sakit. Pemkot juga menanggung biaya perawatan mereka yang mengalami luka-luka karena aksi yang dilakukan.

“Kita meminta masyarakat Kota Pontianak untuk tetap menjaga kondusifitas. Karena Pontianak adalah kota yang aman, damai, dan nyaman. Maka harus dijaga dengan baik,” tuturnya.

Isu-isu yang berkemang dimintanya tak disikapi dengan mudah terpancing, baik yang ada di Jakarta maupun di Kota Pontianak sendiri apabila ada hal yang berkaitan dengan hukum, ia mengimbau agar diselesaikan melalui jalur konstitusi atau sesuai kaedah hukum yang berlaku.

Halaman
123
Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved