Tradisi Menumbuk Padi yang Mulai Terlupakan

Memperkenalkan dan melestarikan budaya nenek moyang, itulah yang menjadi motivasi panitia lomba menumbuk padi

Tradisi Menumbuk Padi yang Mulai Terlupakan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Peserta lomba menumbuk padi, di halaman Rumah Radank Pontianak 

Tradisi Menumbuk Padi yang Mulai Terlupakan

PONTIANAK - Memperkenalkan dan melestarikan budaya nenek moyang, itulah yang menjadi motivasi panitia lomba menumbuk padi yang merupakan satu di antara rangkaian  perhelatan  besar Pekan Gawai Dayak ke 34, di Rumah Radangk jl Sultan Syarif, Jumat (24/5/2019) pagi.

Veronika selaku panitia lomba menumbuk padi mengharapkan dengan adanya lomba menumbuk padi ini di setiap tahunnya, menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa bersyukur atas hasil panen itu penting, karena untuk mendapatkan beras, orang jaman dahulu perlu bekerja lebih keras.

"Menumbuk padi ini kan aktivitas yang selalu dilakukan nenek moyang kita dulu setelah panen, tujuannya ya supaya padi itu bisa jadi beras dan  bisa dimasak lalu dimakan, nah kalau jaman sekarang kan sudah pakai mesin. Jarang sekali yang masih numbuk padi," jelas Veronika, saat di temui Tribun Pontianak di halaman rumah Radangk.

Baca: Langkah Politik Yusril Izha Mahendra, Dulu Lawan Kini Tergabung Pengacara Jokowi di Pilpres 2019

Baca: Starting Eleven PSM Makassar Vs Badak Lampung FC Live Streaming Ochannel Pukul 20.30 WIB

Baca: Demi Rumah Impiannya, IIs Dahlia Kerja Dari Pagi Ketemu Pagi Hingga Tidur di Studio Syuting

"Budaya menumbuk padi ini berangsur-angsur menghilangkan, nah tujuan kita supaya budaya ini tidak menghilang sehingga generasi muda tau bahwa untuk mendapatkan beras itu butuh proses yang tidak mudah, tidak seperti jaman sekarang," jelasnya.

Diterangkan pada perlombaan kali ini peserta berjumlah 10 regu, satu regu terdiri dari 4 orang. Perlombaan menumbuk padi ini di laksanakan pukul 09:00 hingga 11:00 WIB. 
"Usia peserta juga tidak dibatasi, menimbang pada jaman sekarang untuk generasi muda, mungkin pegang alu aja belum pernah kan. Yang tau pasti orang tua," ujar Veronika.

Peserta yang mengikuti perlombaan ini juga di wajibkan menggunakan busana adat, dan perlengkapan lomba yang boleh di bawa berupa tikar, nyiruk (penampik), bakul, lesung, dan alu. Bagi peserta yang membawa alat diluar dari ketentuan panitia maka secara otomatis peserta akan mendapatkan pengurangan nilai.

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved