Pontianak 'Produksi' Sampah 400 Ton Setiap Harinya, DLH Antisipsi Lonjakan Volumenya di Hari Raya

Tinorma menyampaikan Dinas Lingkungan hidup selama ini melakulan inovasi terkait penanganan sampah.

Pontianak 'Produksi' Sampah 400 Ton Setiap Harinya, DLH Antisipsi Lonjakan Volumenya di Hari Raya
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meninjau proses bongkar muat tumpukan sampah di penampungan sampah sementara di Pasar Mawar, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (2/5/2019). Edi meradang lantaran tumpukan sampah yang luar biasa hingga menimbulkan bau tidak sedap. 

Pontianak 'Produksi' Sampah 400 Ton Setiap Harinya, DLH Antisipsi Lonjakannya di Hari Raya, Siapkan Armada Angkut Berat

PONTIANAK - Pada Hari Raya Idul Fitri tahun lalu, kejadian tumpukan sampah di berbagai tempat terjadi.

Untuk menghindari persoalan tersebut terulang kembali tahun ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak menyiapkan berbagai langkah, mulai dari persiapan armada pengangkut hingga Sumber Daya Manusianya (SDM).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tinorma Butar-butar mengatakan, untuk antisipasi penumpukan sampah kala lebaran maka pihaknya akan melipatgandakan waktu kerja. Terutama pada kawasan yang dianggap memiliki volume sampah yang tinggi.

“Seperti tahun-tahun lalu selalu menambah waktu kerja yang bakal dihitung lembur. Kami juga akan menyesuaikan lagi dengan kawasan dengan tingkat pembuangan sampah cukup tinggi,” ucapnya, Kamis (23/5/2019).

Baca: Biaya Penanganan Sampah Besar, Edi Kamtono Himbau Warga Buang pada Tempat yang Tepat

Baca: Mashudi Ingatkan OPD Terkait Untuk Penanganan Sampah Saat Hari Raya

Tetapi pihaknya juga tetap akan kesulitan nantinya, sebab sejauh ini ada angkutan sampah yang masih dalam perbaikan lantaran kecelakaan beberapa waktu lalu.

Maka bisa saja hal ini membuat kejadian seperti tahun lalu terulang kembali, akibat banyaknya sampah yang tak terangkut.

"Kalau bulan puasa sampah meningkat hingga sekitar 10 persen dan mendekati lebaran mencapai 20 persen dari hari biasanya, sekitar 400 ton," ucap Tinorma Butar-butar.

Langkah-langkah yang diambil disebutnya adalah penambahan retase, lembur, dan menyiapkan alat berat untuk menangani sampah yang ada di Pasar Mawar karena di sana merupakan pusat pembuangan sementara untuk kawasan sekitarnya.

Penambahan armada juga dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah.

"Alat berat itu mobilenya susah sehingga dipusatkan pada Pasar Mawar dan daerah sekitarnya akan membawa sampah di lokasi itu. Sehingga ditangani terpadu dengan alat berat untuk dinaikan pada kontainer atau truk pengangkut," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved