Pemerintah Mulai Antisipasi Melambatnya Perekonomian, Siapkan 4 Langkah Berikut

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dinamika tersebut bisa jadi akan berlangsung dalam jangka panjang.

Pemerintah Mulai Antisipasi Melambatnya Perekonomian, Siapkan 4 Langkah Berikut
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati usai memberikan Orasi ilmiah saat menghadiri Dies Natalis ke-59 Universitas Tanjungpura (Untan) di Auditorium Untan, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (11/5/2018) pagi. Pada kesempatan ini Untan menyerahkan penghargaan Untan Royal Award kepada putera puteri terbaik bangsa yang memiliki perhatian dibidang pendidikan, yakni Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan Penjabat Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Pemerintah Mulai Antisipasi Melambatnya Perekonomian, Siapkan 4 Langkah Berikut

PEMERINTAH Indonesia  mulai mengambil langkah demi mengantisipasi pelambatan perekonomian nasional. 

Dilansir dari Kompas.com, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik akan mengalami perlambatan.

Salah satu yang terkena imbasnya adalah Indonesia.

Pelambatan itu terutama dipengaruhi perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih memanas.

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar, kedua negara ini punya pengaruh yang besar bagi dunia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dinamika tersebut bisa jadi akan berlangsung dalam jangka panjang.

Baca: Tumbuhkan Perekonomian Daerah dengan KITE IKM Bea Cukai Kalbar Koordinasi dengan Disperindag

Baca: Ria Norsan Nilai Industri Hilirisasi di Kalbar Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Oleh karena itu, perlu ada langkah antisipatif yang dipersiapkan agar perlambatan pertumbuhan tidak semakin terpuruk.

"Kalau kita ingin menjaga di dalam negeri momentum ekonomi kita, harus yakinkan bahwa instrumen kebijakan kita siap untuk meminimalisir pengaruh global," ujar Sri Mulyani di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Pada kuartal I 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,07 persen dari target 5,2 persen.

Halaman
1234
Editor: Ishak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved