Lebaran Sebentar Lagi, Penjual Kue Lapis Banjir Pesanan

Salah satu keistimewaan lebaran di Kalimantan Barat yaitu dengan menyiapkan sajian aneka kue lapis untuk para tamu yang berkunjung ke rumah

Lebaran Sebentar Lagi, Penjual Kue Lapis Banjir Pesanan
TRIBUNPONTIANAK/Mia Monica
Proses pembuatan Kue Lapis dan Kue Kering saat menjelang hari raya lebaran di Pontianak, Jumat (24/5). 

Lebaran Sebentar Lagi, Penjual Kue Lapis Banjir Pesanan

PONTIANAK - Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi akan tiba. Antusiasme masyarakat menyambut lebaran pun sudah mulai terasa. Salah satu keistimewaan lebaran di Kalimantan Barat yaitu dengan menyiapkan sajian aneka kue lapis untuk para tamu yang berkunjung ke rumah.

Silahturahmi antar warga masyarakat terasa kurang sah apabila tidak ada kue Lapis. Maka dari itu, panganan dari olahan telur dan tepung ini menjadi syarat wajib di setiap rumah orang yang berlebaran.

Salah satu penjual kue lapis di Pontianak, Olivia Hillius (owner oliviascakes) menyebutkan, penjualan kue lapis tahun ini meningkat hingga 40 persen dibanding tahun lalu. 

“Alhamdulillah lebaran tahun ini naik 40 persen dibanding tahun lalu, sampai sekarang pesanan yang sudah ada itu sekitar 300an cetak kue lapis, saya promonya lewat Instagram sama Facebook,” ungkapnya.

Baca: Best Partner Education Akan Gelar Coaching Clinic Scholarship Daftarlan Dirimu Segera

Baca: Terungkap, Mayat Wanita di Gertak II Sungai Jawi Ternyata Warga Pontianak Timur

Baca: CSR, PLN UP3 Ketapang Serahkan Bantuan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Dari awal tahun 2019, kue lapis Olivia sudah mulai banyak menerima pesanan untuk lebaran. 

“Jadi sebelum puasa sudah close order. Tapi ada customer reguler yang pesannya pas dekat hari H. Kemudian ada sistem arisan juga. Karena untuk kue aja pas lebaran bisa mengeluarkan uang sampai Rp 2 jutaan, makanya ada yang mencicil lewat arisan,” katanya.

Wanita asal Jakarta ini mengatakan  keunggulan kue lapis buatannya yaitu teksturnya yang pas serta kualitas kue yang baik tanpa bahan pengawet.

“Masyarakat seleranya berbeda-beda, ada yang suka basah, ada yang suka kering. Nah, kue lapis Oliviascakes ini perpaduan keduanya, tanpa bahan pengawet, full kuning telur sehingga lebih tahan lama,” ujarnya kepada Tribun saat ditemui di kediamannya di Jalan Tabrani Ahmad.

Karena kue lapis Olivia tahan lama, ia pun bisa memenuhi permintaan customernya yang berada di luar kota, seperti dari Makasar, Medan dan Balikpapan.

Untuk hargnya pun variatif, dipatok mulai  Rp 280 ribu sampai Rp 400 ribu per cetaknya. Untuk pembuatan kue ini, Olivia dibantu oleh dua karyawannya.

“Kita ada 16 macam kue lapis, yang paling banyak diminati itu lapis ovomaltin dan lapis lempok durian, legit juga banyak, kalau yang paling mahal itu lapis cadbury, yang Rp 400 ribu,” katanya.

 Tak hanya kue lapis, Olivia juga menjual aneka kue kering dengan total 11 varian.

“Kalau kue kering yang paling banyak pesanan itu nastar, harganya sekitar Rp 200 ribun per kilogramnya,” ucapnya.

Dihari biasa, omset yang didapat Olivia sekitar Rp 20 sampai Rp 30 juta perbulannya. Dan jika di hari raya, omsetnya bisa mencapai Rp 90 juta.

Ia berharap agar usaha yang ditekuninya sejak 2015 ini bisa semakin berkembang, sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

“Semoga bisa nambah karyawan lagi, karena sekarang banyak yang kesusahan mencari pekerjan. Jadi dengan adanya usaha seperti ini, saya bisa nampung lebih banyak lagi karyawan,” pungkasnya.

Hal serupa pun dialami oleh Nia (32), ia mengaku kebanjiran pesanan kue lapis saat menjelang hari raya.

Nia mengatakan ia hanya menjual kue pada saat momen hari raya tiba. Di Lebaran kali ini, Nia sudah menerima pesanan kue lapis hingga 150 cetak.

“Saya jualnya hanya pas momen hari raya saja, permintaannya banyak dari teman-teman sekeliling saya yang memang sudah berlangganan tiap tahunnya,” katanya.

Dikatakannya, permintaan kue lapis ini juga meningkat dari tahun lalu. 

“Kalau tahun lalu, hampir 100 cetak, sekarang Alhamdulillah bisa sampai 150 cetak,” ujar Nia.

 Dari hasil kue bikinan Nia, yang paling banyak diminati adalah lapis cokelat, lapis susu dan lapis legit.

 Harga kue lapis buatannya dipatok mulai Rp 285 ribu sampai Rp 350 ribu.

“Alhamdulullah omset yang didapat sangat cukup untuk lebaran, Insyaallah cukup untuk berbagi juga. Saya berharap suatu saat nanti saya bisa bikin toko kue,” tutupnya.

Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved