Herman Hofi Sebut Tercemarnya Air Saluran Karena Lemahnya Pengawasan Pemkot

Saat ini terjadi pencemaran air diparit-parit Kota Pontianak menurut Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar menyebutkan

Herman Hofi Sebut Tercemarnya Air Saluran Karena Lemahnya Pengawasan Pemkot
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Herman Hofi 

Herman Hofi Sebut Tercemarnya Air Saluran Karena Lemahnya Pengawasan Pemkot

PONTIANAK - Saat ini terjadi pencemaran air diparit-parit Kota Pontianak menurut Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar menyebutkan memang sudah berlangsung cukup lama.

"Pencemaran terhadap air parit-parit yang ada di Kota Pontianak ini, sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, jadi persoalannya bukan hanya rumah tangga. Banyak faktor lain juga yang menyebabkan tercemarnya air saluran di Kota Pontianak," ucap Herman Hofi Munawar saat diwawancarai, Jumat (24/5/2019).

Limbah rumah tangga disebutnya memang menjadi satu diantaranya. Selain itu, limbah rumah makan, hotel, termasuklah perbengkelan yang ada di Kota Pontianak baik bengkel motor maupun bengkel mobil.

Ia melihat banyak yang tidak teratur, bengkel-bengkel dengan limbah B3nya sangat banyak tidak teratur dan dibuang sembarangan sehingga mengalir kesaluran.

Baca: Dibulan Ramadan, Ansor Harap Partisipasi PLN Jaga Pasokan Listrik

Baca: Ini Alasan Deni Gabung Menjadi Nahkoda Kapal Kemanusiaan

Baca: Pemangkasan Pohon Dekat Jaringan, Ini Wilayah Yang Akan Mengalami Pemadaman Besok

"Semua parit di Kota Pontianak kondisinya sama, baik saluran primer  sekunder dan tersier. Semua sudah mengalami pencemaran. Hal itu terjadi karena kesalahan dalam mengurusnya sejak awal.," ucap Herman Hofi.

Kemudian, Herman Hofi melihat lemahnya pengawasan yang dilakukan Pemkot Pontianak

"Lihat saja bengkel-bengkel saat ini merak diberbagai tempat tanpa ada upaya melakukan penertiban, baik bengkel mitor maupun mobil ," jelasnya.

Lanjut ditegaskannya, limbah B3 yang dihasilkan para bengkel tidak ada pengawasan oleh Pemkot Pontianak

Bahkan untuk bengkel yang ada ada tepi jalan besar, contohnya banyak sekali melakukan pelanggaran tapi tidak ada penindakan.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved