Antusiasme Masyarakat Terhadap Lomba Tarian Tradisional

Perlombaan tari tradisional sepertinya sudah menjadi ikon pada perhelatan Pekan Gawai Dayak setiap tahunnya tidak terkecuali pada PGD ke 34

Antusiasme Masyarakat Terhadap Lomba Tarian Tradisional
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Wulan
Peserta Lomba Tari Tradisional pada PGD ke 34 di Rumah Radank Pontianak 

Antusiasme Masyarakat Terhadap Lomba Tarian Tradisional

PONTIANAK - Perlombaan tari tradisional sepertinya sudah menjadi ikon pada perhelatan Pekan Gawai Dayak setiap tahunnya tidak terkecuali pada PGD ke 34, terlihat antusiasme masyarakat yang hadir di Rumah Radank Pontianak pada Jumat (24/05/2019) malam lebih banyak dibandingkan malam-malam sebelumnya.

Seni tari sendiri adalah seni yang menggunakan gerakan tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan mengungkapkan perasaan, maksud dan pikiran. Tarian merupakan perpaduan dari beberapa unsur yaitu raga, irama, dan rasa.

Baca: Henny Raih Juara Dua Spelling Bee di Untan English Olympiad (UEO) 2019

Baca: Pokja Sayangkan Ada ASN Yang Terlibat Politik Praktis di Sambas

Baca: Atbah: Kita Ambil Kebijakan Sesuai Aturan Yang Berlaku

Perlombaan tari tradisional ini dimulai pukul 19:00 WIB hingga selesai, dipanggung Rumah Radangk Pontianak. Pada perlombaan tari tradisional ini juga terdapat 10 tim yang bertanding, dengan cerita yang ditampilkan dalam bentuk tarian yang berbeda. Kesepuluh judul tarian tersebut diantaranya Seriok'ng, Dalo' , Bujakng Rinyuakng, Kisah Cinta "Batutur" yang tragis, Nampi' , Pagama' , We Jonggan, Balalek, Kalangkang, Betamba.

"Lebih penasaran sama yang lomba nari sih, soalnya kan penarinya cantik-cantik, terus gerakannya pasti unik-unik, jadi memang datang buat nonton lomba tari jak", jelas Budi, yang merupakan satu diantara penonton yang hadir.

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved