BNN Sanggau Temukan Dua Orang Sopir Bus Positif Narkoba

BNN Kabupaten Sanggau berkerjasama dengan Dinas Perhubungan Sanggau dan Jasa Raharja melakukan pemeriksaan kendaraan dan sopir angkutan

BNN Sanggau Temukan Dua Orang Sopir Bus Positif Narkoba
TRIBUNPONTIANAK/Hendri Chornelius
Kasi Rehabilitasi BNNK Sanggau, Herry Ariandy bersama Petugas dari Dishub Sanggau saat menunjukan sopir bus inisial D yang positif narkoba di Terminal Bus Entikong, Kamis (23/5/2019). 

BNN Sanggau Temukan Dua Orang Sopir Bus Positif Narkoba

SANGGAU - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau berkerjasama dengan Dinas Perhubungan Sanggau dan Jasa Raharja melakukan pemeriksaan kendaraan dan sopir angkutan lebaran tahun 2019 di Terminal Entikong dan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kamis (23/5/2019).

“Dilakukan pemeriksaan terhadap 16 orang sopir bus. Dari hasil pemeriksaan ters urin didapati dua orang sopir positif menggunakan narkotika golongan metamphetamin. Pengakuanya shabu, ”kata Kasi Rehabilitasi BNNK Sanggau, Herry Ariandy, Kamis (23/5/2019).

Kedua sopir tersebut berinisial D (32) dan DH (45 tahun). Assesment singkat dan sosialisasi program rehabilitasi langsung dilakukan di TKP. Selanjutnya, kata Herry, yang bersangkutan diarahkan untuk datang ke klinik sehat BNN Sanggau.

Baca: Kuasa Hukum Prabowo di MK, Denny Indrayana, Rikrik Rizkiyana, Irman Sidin hingga Bambang Widjojanto

Baca: VIDEO DRONE: Suasana Mudik dengan Kapal di Pelabuhan Dwikora Pontianak

Baca: Bupati Sanggau Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Nurul Yaqin Tanjung Sekayam

“Untuk dilakukan pemeriksaan lanjut lebih mendalam untuk menentukan program layanan rehabilitasi medis yang cocok bagi yang bersangkutan, ”tuturnya.

BNN Kabupaten Sanggau tidak Henti-hentinya mensosialisasikan tentang bahaya narkoba dan sosialisasi program rehabilitasi bagi para penyalahguna dan pecandu agar Sanggau bebas dari Narkoba.

“Sampai dengan hari ini jumlah residen yang ikut program rehabilitasi mencapai 32 orang termasuk yang hasil razia hari ini. Terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang direhabilitasi hanya 27 orang, ”tegasnya.

Tingginya angka kesadaran masyarakat untuk ikut program rehabilitasi ini juga berkat gencarnya sosialisasi P4GN dan rehabilitasi di masyarakat.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved