Singkawang Diharapkan Masuk Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Singkawang Diharapkan Masuk Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata
TRIBUNPONTIANAK/Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Ballroom Hotel Swiss Bell Singkawang, Komplek Singkawang Grand Mall, Jalan Alianyang, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kamis (23/5/2019). 

Singkawang Diharapkan Masuk Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

SINGKAWANG - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Ballroom Hotel Swiss Bell Singkawang, Komplek Singkawang Grand Mall, Jalan Alianyang, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kamis (23/5/2019).

Kementerian Pariwisata RI berharap Kota Singkawang mengusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang pertama di Pulau Kalimantan.

“Saat ini sudah ada empat keluar PP (Peraturan Presiden-red) terkait Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata diantaranya Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Morotai dan Mandalika yang sudah diresmikan Pak Presiden,” kata Kabid Investasi Destinasi Pariwisata Khusus Kemenpar RI, Rudy P Siahaan.

Baca: Ketua DPRD Sintang Minta Disperindagkop Terus Awasi Ketersediaan Sembako Jelang Lebaran

Baca: Prabowo Gugat Hasil Pilpres 2019 ke MK, Kubu BPN Punya Bukti yang Cukup Bahkan Sampai Internasional

Baca: Bawaslu Singkawang Ungkap Sejumlah Pengawas TPS Sakit Saat Bertugas

Ia menilai banyak dampak positif ketika suatu daerah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, di antaranya meningkatkan perekonomian masyarakat.

Contohnya di Mandalika dimana sekitar Mandalika sudah maju pesat perekonomian.

"Apalagi akan dibangun sirkuit motor GP, dan tentu wisatawan akan tinggi, dan investor Mandalika diantaranya dari Hotel Pulman berkapasitas bintang lima, dan juga dari Brunei yang akan membangun resort disana,” tuturnya.

Dia menilai Singkawang menjadi daerah yang layak untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

Singkawang selain menjadi kota transit juga strategis dengan banyaknya budaya di Kota Singkawang termasuk Cap Go Meh yang masuk kalender event tahunan kalender wisata nasional dan bahkan Cap Go Meh di Singkawang mendunia.

Untuk itu, pihaknya menyarankan adanya Tim Percepatan terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dimana melibatkan dinas-dinas terkait, sehingga dinas terkait tidak melaksanakan program yang ada kaitan dengan wisata secara sendiri-sendiri.

“Lokasinya sudah betul-betul clear and clean, dan peruntukan lahan sudah sesuai dengan RTRW, kalau tidak mengikuti RTRW, khawatir nanti akan berdampak ke depan,” ujarnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved