Rangkaian Lomba di PGD, Ada Lomba Tangkap Babi Sebagai Momen Untuk Mengingat Masa Kecil

Pada PGD ke 34 di Rumah Radank Pontianak, pada waktu yang bersamaan dengan lomba Pangka Gasing juga di gelar Lomba menangkap babi.

Rangkaian Lomba di PGD, Ada Lomba Tangkap Babi Sebagai Momen Untuk Mengingat Masa Kecil
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Wulan
Peserta lomba menangkap babi di halaman depan Rumah Radank Pontianak 

Rangkaian Lomba di PGD, Ada Lomba Tangkap Babi Sebagai Momen Untuk Mengingat Masa Kecil

PONTIANAK - Pada PGD ke 34 di Rumah Radank Pontianak, pada waktu yang bersamaan dengan lomba Pangka Gasing juga di gelar Lomba menangkap babi.

Bertempat di halaman depan rumah Radank Pontianak, lomba ini di mulai pukul 10:00 hingga selesai, pada Kamis (23/05/2019).

Panitia lomba menangkap babi, Fhilip saat ditemui di tenda panitia menjelaskan bahwa perlombaan menangkap babi ini merupakan permainan jaman dahulu, ketika anak kecil di daerah dulunya belum mengenal permainan modern.

Anak-anak ini biasanya bermain dengan hewan yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka seperti anak babi. Hal ini karenakan jaman dahulu ketika suku dayak memerlihara hewan masih di lepaskan di alam, yang di kandang hanya beberapa jenis seperti ular.

Baca: Makmurkan Masjid, Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns Gelar Lomba

Baca: Momentum Bukber Dijadikan Panitia BPUN Kalbar 2019 Perkuat Kekeluargaan

Baca: Kodam XII Tp Hadiri Sidang Terbuka Senat Dalam Rangka Dies Natalis Untan ke-60

Namun untuk ayam, sapi, kambing dan babi masih dibiarkan di alam terbuka dan hidup berdampingan dengan masyarakat.

"Nah anak-anak kecil jaman dulu ya mainannya itu, mengejar dan menangkap anak babi, setelah itu di lepaskan lagi. Sebenarnya tidak hanya anak babi, anak ayam, anak kambing juga biasa digunakan untuk bermain. Beda sama anak-anak jaman sekarang, mainya di rumah, main game di handphone. Jadi dengan adanya lomba ini kita mau mengingatkan kembali bagaimana kehidupan jaman dulu," jelasnya.

Dijelaskan pula oleh Fhilip mengenai aturan dalam perlombaan, dimana setiap peserta hanya diberikan waktu 3 menit untuk menangkap babi yang berada di dalam kandang, yang paling cepat menangkap babi lah yang akan menang. Ukuran kandang pun tidak terlalu besar yakni 4x5, dimana peserta yang masuk hanya satu orang.

Kemudian untuk babi yang digunakan juga yang beratnya 15 kg, tidak terlalu kecil dan juga tidak besar sehingga ketika dikejar akan lebih gesit berlarinya.

"Cara penilaian kita ya siapa yang paling cepat bisa nangkap babinya ya itu pemenang nya, kan tiap peserta dikasi waktu 3 menit," jelas Fhilip.

Jumlah peserta pada perlombaan ini ada 25 orang, dengan usia tidak terbatas dan seluruh peserta adalah laki-laki.

Peserta perempuan bisa saja mengikuti namun dari tahun ke tahun belum ada perempuan yang mengikuti lomba tersebut. Peserta biasanya merupakan perwakilan dari DAD kabupaten dan kota ataupun dari sanggar.

Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved