Puting Beliung di Mempawah, Sejumlah Rumah Rusak Hingga Atapnya Terbang 200 Meter

Cuaca ekstrem terjadi saat hujan deras disertai angin kencang, kilat dan guntur melanda di sekitar wilayah Kabupaten Mempawah

Puting Beliung di Mempawah, Sejumlah Rumah Rusak Hingga Atapnya Terbang 200 Meter
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Angin puting beliung memporak porandakan 17 bangunan di Kampung Paoh, Kelurahan Anjungan Melancar, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (23/5). 

Puting Beliung di Mempawah, Sejumlah Rumah Rusak Hingga Atapnya Terbang 200 Meter

MEMPAWAH - Cuaca ekstrem terjadi saat hujan deras disertai angin kencang, kilat dan guntur melanda di sekitar wilayah Kabupaten Mempawah, di Kampong Paoh, Kelurahan Anjungan Melancar, Kabupaten Mempawah, Rabu (22/5) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Beberapa menit saat hujan deras turun, disusul angin puting beliung yang menerjang disekitar Kampung Paoh, tepatnya di RT 15 RW 01.

Angin puting beliung tersebut menyapu belasan rumah warga hingga porak poranda. Sedikitnya, 11 rumah hunian warga porak poranda, 6 tempat usaha dan 1 kantor KUA rusak.

Atap rumah beterbangan, bahkan ada yang melayang tersapu puting beliung hingga 200 meter.

Selain atap rumah warga, beberapa bangunan juga rusak parah, dinding yang terbuat dari batako sampai roboh akibat kencangnya tiupan angin.

Atap rumah yang melayang menimpa beberapa rumah warga lainnya hingga jebol, sejumlah batang pohon tumbang dan nyaris menimpa bangunan lain.

Baca: Ini Lokasi Makam Ustadz Arifin Ilham di Pondok Pesantren Az-Zikra Gunung Sindur Bogor Jawa Barat

Baca: Jasa Raharja Kunjungi Korban Laka Lantas di RSU Antonius Pontianak

Baca: AKSI 22 MEI Tak Terulang, Megawati Didesak Mempertemukan Jokowi & Prabowo, Ini Alasannya

Saksi mata, sekaligus korban, Supangat (44) mengatakan saat kejadian warga berhamburan keluar rumah dan mencari tempat aman.

"Atap bengkel las saya habis terbang semua karena angin puting beliung, bahkan ada yang melayang sampai 200 meter jauhnya, dan kebanyakan hilang entah kemana," ujarnya saat dijumpai Tribun di lokasi.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang las dan akrab disapa Pak Usu tersebut mengatakan, atas musibah puting beliung tersebut beberapa unit mobil rusak akibat tertimpa atap yang roboh.

Halaman
123
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved