Mahasiswi Ditemukan Tewas Tergantung, Kapolsek Ungkap Kronologinya

anggota langsung menuju ke TKP. Namun, saat tiba di TKP, mayat korban sudah berada dalam pelukan sang pacar

Mahasiswi Ditemukan Tewas Tergantung, Kapolsek Ungkap Kronologinya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Jenazah korban bernama Nadia saat hendak dibawa menggunakan ambulan dari rumahnya yang berada di Jl. Veteran gang Syukur I. Korban ditemukan dalam keadaan tergantung dirumahnya, Kamis (23/5) sore oleh sang pacar.  

Mahasiswi Ditemukan Tewas Tergantung, Kapolsek Ungkap Kronologinya

PONTIANAK - Kapolsek Pontianak Selatan Kompol Anton Satriandi menerangkan, bahwa korban gantung diri di Jalan Veteran gang Syukur I, diketahui bernama Nadia. 

"Korban ini sementara diketahui pacar dari temannya pelapor atas nama Nadia, di mana pacarnya atas nama BNS. Untuk pacarnya masih kita kembangkan kita juga kumpulin data dari pihak keluarganya. Karena beberapa waktu korban ini sering tinggal di rumah seorang diri," ujar Anton saat ditemui di lokasi. 

Anton Satriandi  melanjutkan, dari penyelidikan awal bahwa pihaknya menerima laporan dari warga yang salah satunya merupakan pacar korban. Warga kemudian melapor ke security sebuah kafe yabg tidak hauh dari lokasi. 

Sertelah itu, security tersebut melaporkan ke anggota Polsek Pontianak Selatan.

Atas laporan itu, anggota langsung menuju ke TKP. Namun, saat tiba di TKP, mayat korban sudah berada dalam pelukan sang pacar. 

Baca: VIDEO: Atbah Sebut Operasi Pasar Bentuk Intervensi Pemerintah Kabupaten

Baca: Polisi Amankan 203 Orang Terkait Unjuk Rasa 22 Mei di Pontianak

Dari hasil pemeriksaan awal, ditubuh korban hanya ditemukan cengkraman tali. Namun tetap akan melakukan visum dengan pihak rumah sakit. 

"Posisi korban saat ditemukan pertama kali ditemukan oleh sang pacar dalam keadaan tergantung, namun saat anggota tiba di TKP korban sudah berada dalam pelukan sang pacar. Tetapi berdasarkan pengakuan pacar korban, bahwa korban ditemukan dalam keadaan tergantung di kamar," ungkap Anton. 

Anton juga menuturkan, bahwa pihak keluarga menginginkan korban untuk dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Dan, puhak kepolisian membawa jenazah korban ke RSUD Soedarso untuk dilakukan visum dan otopsi sesuai permintaan keluarga korban. 

Dari informasi yang dihimpun, diketahui korban tinggal seorang diri di rumah tersebut. Namun, sang pacar sering berkunjung kerumah korban. Rumah korban berhimpitan dengan rumah para tetangga kanan kiri. 

Bangunan rumah juga masih berupa bangunan rumah lama dengan didominasi bahan kayu atau semi permanen. Dari keterangan para tetangga, korban memang tinggal seorang diri. 

Satu diantar tetangga korban yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, sebelum korban melakukan aksi bunuh diri, korbam sempat menghubungi pacarnya untuk datang ke rumah. 

"Dia (korban) nelpon pacarnya untuk datang ke rumah, dan bilang ke pacarnya itu kalau korban sedang ada masalah. Tapi si pacarnya itu belum bisa karena sedang bekerja. Nah saat sore tadi pacarnya datang kerumah, dilihatnya si Nadia sudah dalam posisi tergantung," ungkap wanita tersebut. 

Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi tentang korban, dan juga akan melakukan visum dan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban, sesuai dengan permintaan keluarga korban.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved