Lantik 46 Pejabat, Ini Pesan Bupati Landak

Ini perlu menjadi perhatian semua pejabat yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Landak,

Lantik 46 Pejabat, Ini Pesan Bupati Landak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFONS PARDOSI
Pelantik 46 pejabat, Kamis (24/5/2019). 

Lantik 46 Pejabat, Ini Pesan Bupati Landak

LANDAK - Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa melantik 46 Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional Auditor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Kamis (23/5/2019).

Acara dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Ketua DPRD Kabupaten Landak, para Staf Ahli, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Kabupaten Landak.

Beberapa pejabat yang dilantik adalah pejabat administrasi yaitu administrator setara eselon III, dan pejabat pengawas setara eselon IV, serta pejabat fungsional yaitu auditor ahli pertama, yang terdiri dari 12 orang eselon III, 33 orang eselon IV, 1 orang fungsional auditor.

Dalam sambutannya Bupati Landak menegaskan, dengan adanya rotasi jabatan ini sebagai proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personel, oleh karenanya Karolin mengimbau para pejabat yang dilantik bisa melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab.

"Mutasi dan rotasi adalah hal yang biasa dalam suatu organisasi pemerintahan, yang merupakan proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personil dan akan selalu ada selama kebutuhan dan situasi organisasi menghendaki," ujar Karolin.

Oleh karena itu, jabatan yang diberikan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, komitmen serta mampu membangun kerjasama dalam suatu organisasi.

"Sehingga dapat memberikan hasil kerja yang maksimal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegas Karolin.

Karolin juga menyampaikan, pelantikan yang dilaksanakan telah melalui tahapan sesuai dengan mekanisme mutasi dan rotasi Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu berdasarkan penilaian oleh tim penilai kinerja ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Landak.

"Perlu saya sampaikan, dalam memberikan pertimbangan tersebut tidaklah mudah dilaksanakan. Karena dalam menempatkan seseorang dalam suatu jawaban, harus melihat track record, masa kerja, latar belakang pendidikan, kompetensi yang dimiliki dan hal-hal yang harus diperhatikan terkait dengan kesesuaian seorang ASN dalam suatu jabatan," ungkap Karolin.

Baca: Dispemdes Kapuas Hulu Gelar Workshop Pemuktahiran Data IDM bagi Desa

Baca: Wabup Mempawah dan Tokoh Agama Berikan Selamat Atas Terpilihnya Jokowi-Maruf Sebagai Presiden

Halaman
12
Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved