Polsek Menjalin Berhasil Ungkap Pelaku Pencurian Toko Sembako Sinar Baru Menjalin

Peristiwa kejadian pencurian toko sembako Sinar Baru yang terletak di Pasar Menjalin milik Amao (44) yang diketahui oleh pemilik toko

Polsek Menjalin Berhasil Ungkap Pelaku Pencurian Toko Sembako Sinar Baru Menjalin
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Polsek Menjalin saat berhasil menangkap pelaku pencurian 

Polsek Menjalin Berhasil Ungkap Pelaku Pencurian Toko Sembako Sinar Baru Menjalin

LANDAK - Peristiwa kejadian pencurian toko sembako Sinar Baru yang terletak di Pasar Menjalin milik Amao (44) yang diketahui oleh pemilik toko pada hari Senin pagi (13/5/2019) bermula saat salah satu pelanggan toko yang ingin membeli rokok.

Ketika pemilik toko hendak mengambil rokok, melihat puluhan slop rokok ludes diambil oleh pelaku. Kerugian yang di alami Amao ternyata tak hanya kehilangan puluhan slop rokok dengan berbagai merek, tetapi juga uang tunai senilai sekitar Rp 4 juta yang berada di dalam laci meja kasir.

Serta jendela teralis toko yang rusak akibat di bongkar pelaku untuk memasuki toko sembako Sinar Baru. Pemilik toko yang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Menjalin langsung di tindak lanjuti anggota unit reskrim Polsek Menjalin.

Dengan melalukan penyelidikan tindak pidana pencurian tersebut dan selama kurang lebih tiga hari petugas berhasil menemukan dan mengamankan tiga orang pelaku dengan berinisial AR (23), VN (30) dan RN (17).

Baca: Komandan Lantamal XII Pontianak Turut Bukber di Mapolda Kalbar

Baca: Pemkot Singkawang Gelar Pasar Murah, Siapkan 5.700 Paket Sembako Bantu Warga Kurang Mampu

Baca: RAMALAN ZODIAK Karier Rabu 22 Mei 2019, Manfaatkan Awal yang Baru Aquarius, Fokus Tugasmu Scorpio

Kapolsek Menjalin Iptu Teguh Pambudi menerangkan, saat ini anggota unit reskrim polsek menjalin sedang melakukan proses penyidikan lebih lanjut untuk melengkapi berkas perkara yang akan di serahkan ke JPU Kajari Landak.

"Yakni untuk tahap penuntutan JPU dan persidangan PN Landak," terangnya.

Lanjutnya lagu, penanganan tiga orang pelaku tindak pidana pencurian tersebut, dimana dua orang pelaku inisial AR dan VN akan lanjut hingga ketahap peradilan persidangan.

"Sedangkan untuk pelaku inisial RN, kita lakukan upaya diversi mengingat pelaku masih berusia di bawah umur, dimana merujuk pada Pasal 1 angka 7 Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2012," jelasnya.

Dalam Undang-undang tersebut disebutkan pengertian diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak (dibawah umur) dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

"Kemudian pada Pasal 5 Ayat (3) menegaskan dalam sistem peradilan pidana anak, wajib diupayakan Diversi," tutur Kapolsek.

Kanit Reskrim Polsek Menjalin Bripka Wawan Suyanto menambahkan, dua orang pelaku inisial AR dan VN yang ditangani oleh Brigpol M Rozali berdasarkan undang-undang KUHP memenuhi unsur tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

"Dengan pasal yang kita kenakan yaitu pasal 363 ayat (1) ke 3 dan ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 (tujuh) tahun kurungan penjara," ungkapnya.

Sedangkan untuk pelaku di bawah umur inisial RN yang ditangani oleh penyidik pembantu Brigpol Oktavianto masih menunggu hasil keputusan diversi dan Litmas dari Ka Bapas Kelas II Pontianak untuk penanganannya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved