Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bentuk Posko Terpadu Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran

KSOP) Pontianak telah membuat posko terpadu untuk memantau dan melayani para penumpang yang akan melakukan mudik jalur laut

Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bentuk Posko Terpadu Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak, Capt. A Bintang Novi (tengah). 

Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pontianak Bentuk Posko Terpadu Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran

PONTIANAK - Menghadapi arus mudik saat pelaksanaan hari raya Idulfitri Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak telah membuat posko terpadu untuk memantau dan melayani para penumpang yang akan melakukan mudik jalur laut.

Kepala KSOP Pontianak, Bintang Novi pihaknya telah membuat Posko Terpadu guna memberikan pelayanan pada masyarakat yang menggunakan jakur laut.

"Posko Terpadu tentunya kita buat untuk untuk melayani penumpang angkutan laut. Adanya posko ini memudahkan kita untuk saling berkoordinasi apabila ada persoalan yang terjadi," ucap Kepala KSOP Pontianak, Bintang Novi saat diwawancarai, Senin (20/5/2019) lalu.

Baca: Safari Ramadan di Berbagai Desa Terluar, Muda Janji Maksimalkan Pembangunan, Hingga Pelebaran Jalan

Baca: Live Streaming Liga 1 Persela Vs Persipura Malam Ini, Aji Santoso Ajak Timnya Bangkit

Baca: Bazar Beras Pekan Depan, John Hendri: Dinas Siapkan 1.5 Ton Beras

Dengan satu posko terpadu ia berharap dapat maksimal dalam melakukan pelayanan pada masyarakat sehingga masyarakat dapat pelayanan baik.

Lanjut disejalaskannya, posko terpadu ini melibatkan 23 instansi. Diantaranya, KSOP, Basarnas, Angkatan Laut, Kepolisian, CIQ, Pelindo, Pelni, Dinas Perhubungan, Kesehatan, PMI dan pihak-pihak terkait lainnya.

"Masing-masing instansi mengutus satu orang perwakilan di Posko Terpadu. Mereka setiap hari secara bergilir siaga di Posko Terpadu," ujarnya.

Bintang juga berharap dapat meminimalisir kejadian yang mungkin akan terjadi.

Terkait kesiapan pihaknya, Bintang menyatakan Tim KSOP telah melakukan pemeriksaan atau uji petik terhadap seluruh armada yang akan diperbantukan dalam kegiatan posko lebaran sebulan sebelum hari H.

Diakuinya, dalam uji petik, memang masih ada kekurangan-kekurangan. Namun ia menegaskan pada saat hari H, segala kekurangan itu harus sudah terpenuhi sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat dilakukan maksimal.

H “Untuk provinsi ada tiga kapal, sedangkan yang lokal ada empat kapal. Seluruh armada sudah kami lakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved