Kapolda Kalbar Imbau Masyarakat Lakukan Pengawasaan Karhutla

“Diharapkan pada 2019 ini zero karhutla, karena pengalaman yang lalu-lalu itu tahun 2015 sangat tinggi,” ucapnya.

Kapolda Kalbar Imbau Masyarakat Lakukan Pengawasaan Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Sinar Mas Agribusiness and Food bersama para pemangku kepentingan, POLDA dan BPBD Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan diskusi bersama yang mengangkat topik “Cegah Karhutla, Kalimantan Barat Bersiaga” di Hotel Mercure Pontianak, (22/5/2019). 

Kapolda Kalbar Imbau Masyarakat Lakukan Pengawasaan Karhutla

PONTIANAK - Sebagai bentuk respon dan antisipasi karhutla terjadi kembali di Kalimantan Barat, Sinarmas Agribusiness and Food menyelenggarakan kegiatan diskusi bersama yang mengangkat topik “Cegah Karhutla, Kalimantan Barat Bersiaga” di Hotel Mercure Pontianak, (22/5/2019).

Salah satu narasumbernya adalah Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, ia mengatakan masalah karhutla yang meliputi 3 aspek yaitu masalah kesehatan, lingungan dan ekonomi merupakan masalah bersama, semua komponen, sehingga dalam penanganannya pun harus dilakukan secara bersama-sama.

Sejauh ini Polda Kalbar sudah melakukan upaya penegakan hukum melalui langkah preemtif dan preventif sebagai bukti keseriusan Polda Kalbar dalam menangani Karhutla.

“Polanya mulai dari pereemtif terjadi, harus bisa mendeteksi dulu kira-kira penyebab kebakaran hutan, lokasi dan faktor lainnya. Dan preventifnya  tentu dengan cara melakukan patroli, seperti mensosialisasikan tentang bahaya terkait masalah kesehatan, kerugian ekonomi dan masalah lingkungan. Setelah itu melakukan menyampaikan edukasi,” jelasnya.

Baca: Dua Hal Ini Dinilai Jadi Faktor Utama Keberhasilan Penanganan Karhutla di Kalbar

Baca: Polisi Imbauan Bahaya Karhutla Kepada Masyarakat

Ia pun mengatakan apabila semua telah disampaikan terkait manfaat dan mudaratnya kemudian tetap masih ada yang melakukan diluar aturan, tentu akan dilakukan penegakan hukum yang menjadi opsi terakhir dalam penanggulangan karhutla tersebut.

“Diharapkan pada 2019 ini zero karhutla, karena pengalaman yang lalu-lalu itu tahun 2015 sangat tinggi,” ucapnya.

Didi menyebutkan sebulan setelah karhutla banyak warga yang terkena ISPA dan korbannya adalah anak kecil wanita hamil dan lansia.

Didi mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar melakukan pengawasaan terkait hal apapun yang yang perugas lakukan, karena sudah ada 3 aturan yang menjadi instrumen yairu Undang-undang (UU) kesehatan, UU pengelolan lingkungan hidup dan UU perkebunan. (Mia Monica)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved