Harapan Peserta Lomba Sumpit Regu Putri dari Kabupaten Sekadau di PGD 34 Pontianak

Asalkan kebudayaan ini dapat dilestarikan dan lebih banyak lagi anak muda yang mau belajar menyumpit ia sudah merasa senang.

Harapan Peserta Lomba Sumpit Regu Putri dari Kabupaten Sekadau di PGD 34 Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Sela, Ira dan Via saat mengikuti perlombaan sumpit dengan 3 gaya di Pekan Gawai Dayak ke 34 di Pontianak 

Tak Incar Posisi Juara, Ini Harapan Peserta Lomba Sumpit Regu Putri dari Kabupaten Sekadau

PONTIANAK - perlombaan Sumpit kategori Putri yang digelar di halaman rumah Radank Pontianak telah selesai, Rabu (23/05/209). Pada perlombaan yang diikuti 5 regu ini berjalan dengan lancar. Namun ada satu regu yang merupakan perwakilan kabupaten Ketapang tidak hadir dan mengikuti perlombaan. Sehingga yang seharusnya peserta berjumlah 6 regu berkurang satu menjadi 5 regu.

Peserta Lomba Sumpit berregu, Sela, Via dan Ira saat di temui Tribun Pontianak seusai perlombaan mengatakan pada perlombaan ini mereka tidaklah mengincar posisi juara namun yang lebih diutamakan adalah partisipasi dalam memeriahkan acara tahunan tersebut.

Via mengatakan dirinya sudah 4 tahun berturut-turut mengikuti perlombaan ini, namun hingga sekarang belum pernah menyabet gelar juara.

Hal ini dikarenakan dirinya lebih mengutamakan partisipasi dan melestarikan kebudayaan tersebut.

Baca: Pangdam XII/Tanjungpura Hadiri Pembukaan Pekan Gawai Dayak XXXIV Tahun 2019

Baca: Karnaval Pekan Gawai Dayak di Pontianak Diikuti Ribuan Peserta

"Ya sudah empat tau ikut lomba di sini, cuma memang nda ada target buat memang. Ya kita ikut untuk berpartisipasi sama melestarikan Jak. Kalau menang ya syukur, kalau kalah ya nda apa," jelas nya.

Sela yang juga merupakan teman satu regu Via yang sama-sama merupakan perwakilan dari Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau juga membenarkan hal itu, baginya menang bukanlah prioritas.

Asalkan kebudayaan ini dapat dilestarikan dan lebih banyak lagi anak muda yang mau belajar menyumpit ia sudah merasa senang.

"Sebenarnya hampir setiap tahun ikut lomba ini, cuma kita nda pernah terlalu berharap untuk menang. Ya harapannya cuma ingin memperkenalkan budaya dayak ke masyarakat dengan kita ikut berkompetisi. Kalau untuk menang itu tergantung tingkat kemampuan lagi," ungkapnya.

Meski pemenang lomba belum diumumkan, mereka yakin bahwa siapapun yang menang nantinya tentu yang terbaik. Yang menarik dari olahraga sumpit ini adalah bagaimana cara mengatur pernafasan dan fokus penglihatan sehingga anak panah yang kita tiupkan dapat mengenai sasaran. (Marpina Wulan)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved