Anisa Ingin Menjadi Entrepreneur Muda
Anisa satu diantara teman kelompok mata kuliah Entreprenur membuka stand dan menjual kerajinan rajut yang mereka buat sendiri.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Tri Pandito Wibowo
Anisa Ingin Menjadi Entrepreneur Muda
PONTIANAK - Anisa (19) mahasiswa semester 4 Jurusan Sistem Informatika Akuntansi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak ikut dalam kegiatan Entrepreneur Fair 2019 di Halaman kampus UBSI Pontianak, rabu (22/5/2019).
Anisa satu diantara teman kelompok mata kuliah Entreprenur membuka stand dan menjual kerajinan rajut yang mereka buat sendiri.
Kerajinan yang mereka buat yaitu tempat tisu dan berbagai macam bros.
"Hari ini kami menjual tempat tisu rajut, kami juga membuat bros dari barang rajut yang dibuat dari kerajinan sendiri. Jadi tema daei peoduk kami adalah rajut," ujarnya.
Baca: Sambut Rombongan Safari Ramadan Bupati Rupinus, Ini Kata Camat Sekadau Hulu
Baca: Universitas Bina Sarana Informatika Pontianak Gelar Entrepreneur Fair 2019
Baca: Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bentuk Posko Terpadu Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran
Alasan kelompoknya membuat produk rajut ini karena selain mudah dibuat bahan-bahannya juga murah dan mudah dicari.
"Kebetulan mau lebaran biasanya banyak yang mencari kotak tisu untuk digunakan saat lebaran juga bisa mempercantik tampilan kotak tisu," ujarnya kepada Tribun Pontianak.
Ia mengatakan melihat peminat dari konsumen sendiri setelah diproduksi produk dari bahan rajut ini banyak sekali permintaan dan yang memesan.
Namun saat ini jenis produk yang mereka buat sekarang baru tempat tisu dan bros saja. Mungkin nanti akan ada tambahan lain.
"Kami satu kelompok ada lima orang yang bekerja sama untuk membuat produk ini dalam pembuatannya biasa selesai sekitar satu minggu dan dikerjakan disela jam kuliah. Biasanya satu hari kami luangkan waktu 3 jam untuk menyelesaiannya," jelasnya.
Ini adalah pengalaman pertama mereka berjualan dan membuat kerajinan dan bagian dari mata kuliah tapi mereka mengaku sangat tertarik menjadi seorang entrepreneur muda.
"Tapi kami ingin melanjutkan usaha ini dan kami juga sudah ada bikin sosial medianya kalau memang ini berkembang kita akan lanjutkan usahanya," ujarnya.
Ia juga mengatakan konsumen yang datang saat ini ke lokasi banyak yang tau melalui media sosial.
"Kami juga sudah menyiapkan konten sosial media agar terlihat lebih menarik," ucapnya.
Ia mengatakan yang paling menonjol dan menarik dari produk dari rajut buatan mereka adalah aksesoris yang dibuat dengan bermacam-macam jenis dan bentuk untuk bros , dan untuk kotak tisu warna dan gambarnya bisa bervariasi.
"Jadi konsumen juga bisa costum model dan gambar sesuai kemauan diri sendiri. Harga jual untuk tempat tisu dimulai dari Rp 60 ribu dan bros Rp 5000 saja," ujarnya.
Omset jualan ini juga lumayan dan sesuai dengan waktu pembuayannya.
Anisa dan temannya yang lain mengatakan ingin sekali menjadi entrepreneur muda dan ingin menjadi pengusaha muda yang sukses dan bisa berbagi ilmu dengan yang lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ubsi-kampus-pontianak-ikut-dalam-kegiatan-entrepreneur-fair-201902.jpg)