Pemilu 2019

Usai Kontestasi Pileg, DPD Golkar Kalbar Akan Evaluasi Hasil Pemilu 2019 Usai Lebaran

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar Ria Norsan menuturkan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap hasil pileg 2019.

Usai Kontestasi Pileg, DPD Golkar Kalbar Akan Evaluasi Hasil Pemilu 2019 Usai Lebaran
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Wakil Gubernur Kalimantan Barat sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalimantan Barat, Ria Norsan,membuka Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provisi Kalimantan Barat, di hotel Kini, Pontianak, Rabu (24/4/2019). Data BPS Provinsi Kalbar hingga September 2018 angka kemiskinan di Kalimantan Barat mencapai 7,37 persen, dibawah angka kemiskinan tingkat nasional yang berada pada 9,66 persen. Di Kalbar ada 5 Kabupaten yang angka kemiskinannya lebih tinggi diatas rata-rata nasional, yaitu Kabupaten Melawi, Kabupaten Landak, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sintang dan dan Kabupaten Kayong Utara. 

Usai Kontestasi Pileg, DPD Golkar Kalbar Akan Evaluasi Hasil Pemilu 2019 Usai Lebaran

PONTIANAK - Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar Ria Norsan menuturkan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap hasil pileg 2019, Selasa (21/5/2019)

"Kita akan lakukan evaluasi hasil pileg kemarin setelah idul fitri. Kami akan melakuka rapat pleno bersama seluruh fungsionaris partai di tingkat DPD I dan DPD II serta para caleg golkar baik yang terpilih maupun tidak," ujarnya.

Norsan memaparkan beberapa hasil yang dicapai oleh partai golkar di antaranya berhasil meraih dua kursi DPR RI dari sebelumnya satu kursi. Pada levek DPRD Provinsi Kalbar, Golkar meraih delapan kursi, perolehan tersebut berkurang satu kursi.

Baca: Atbah Dukung Langkah BPTP Kalbar Pulihkan Jeruk Sambas

Baca: Rajut Silaturahmi, Danrem Buka Puasa Bersama Stakeholder di Kodim 1203/Ketapang

Baca: Pernikahannya Sempat Viral, Mengintip Menu Sahur Nur Khamid & Polly Alexandria, Tak Ada Lauknya!

"Untuk jumlah DPRD Kabupaten/Kota Sekalbar kita mengalami kenaikan satu kursi dari sebelumnya Golkar meraih 61 kursi menjadi 62 kursi," ujarnya.

Saat disinggung soal figur yang nantinya menjadi Wakil Ketua di DPRD Provinsi Kalbar, Norsan menuturkan pihaknya masih akan menunggu arahan dan peraturan tentang penentuan wakil ketua.

Menurutnya tidak mesti peraih suara terbanyak yang nantinya akan menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD dari Partaj Golkar.

"Faktor keberpihakanya dari partai, serta loyalitasnya terhadap partai juga akan menjadi pertimbangan dari DPP untuk menentukan siapa yang wakil ketua DPRD dari Golkar," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved