Paparkan Hasil Penelitian di Sambas, Dr Taufiq : Sambas Belum Terbebas dari Penyakit Jeruk

Dr Taufiq, dari Balitjestro Malang, mengemukakan hasil penelitiannya di Sambas..................

Paparkan Hasil Penelitian di Sambas, Dr Taufiq : Sambas Belum Terbebas dari Penyakit Jeruk
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Pertemuan Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili dengan Kepala BPTP Kalbar, Dr Akhmad Musyafak, dan Balitjestro Malang   

Paparkan Hasil Penelitian di Sambas, Dr Taufiq : Sambas Belum Terbebas dari Penyakit Jeruk

SAMBAS - Dr Taufiq, dari Balitjestro Malang, mengemukakan hasil penelitiannya di Sambas.

Bahwa terdapat potret Agribisnis Jeruk di Sambas memiliki kawasan sentra produksi yang belum terbebas dari penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) berkepanjangan sejak 2008 sekitar 11.328 hektar dan 2016 sekitar 7.281 hektar. 

Selain itu, juga ada permasalahan lainnya adalah kelembagaan petani yang masih rapuh. 

“Penanganan CVPD masih kurang serius, program yang dilaksanakan masih lemah dan parsial serta tidak ada konsistensi,” ujarnya, saat melakukan pertemuan dengan Bupati Sambas, di Pontianak, Jum'at (17/5/2019) kemarin.

Oleh karenanya, wajar saja katanya jika produktifitas jeruk dari tahun ke tahun menurun. Seperti yang tergambar Produktifitas 2014 kurang lebih 147.105 ton dan pada 2016 hanya tersisa menjadi kurang lebih 93.097 ton.

Baca: Patroli Dialogis Dengan Petugas Puskesmas, Anggota Polsek Menyuke Menitipkan Pesan Kamtibmas

Baca: Partisipasi Pengguna Hak Pilih Meningkat, KPU Ajak Hargai Hasil Pemilu

Baca: Jelang Indonesia Vs Denmark di Sudirman Cup 2019, Tim Indonesia Waspadai Tiga Kekuatan Denmark

“Sudah ada beberapa langkah strategis untuk pembangunan program jeruk di Kabupaten Sambas. Termasuk dengan melakukan pengendalian CVPD melalui Pengendalian Terpadu Kebun Jeruk Sehat atau PTKJS,” jelasnya.

Kedepan, untuk Program jeruk Sambas, telah dilakukan penanaman untuk jeruk yang baru di Kecamatan Tebas. 

Yang dimulai dari Desa Matang Labong dan Pusaka, secara bertahap sampai seluruh areal tanam di Tebas dengan PTKJS. 

Selain itu, Kawasan pengembangan jeruk di Kecamatan Sebawi juga akan diupayakan bisa selamat dari serangan CVPD agar tidak terjadi seperti kondisi di Tebas. 

“Yang urgen saat ini bagaimana membangun industri benih yang tangguh di Sambas,” tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved