Pemilu 2019

Kubu Prabowo di Kalbar Sebut Belum Ada Intruksi Lakukan People Power

Ketua Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi di Kalbar, Suriansyah menungkapkan jika pihaknya belum menerima intruksi

Kubu Prabowo di Kalbar Sebut Belum Ada Intruksi Lakukan People Power
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Wakil Ketua DPRD Kalbar Ir H Suriansyah 

Kubu Prabowo di Kalbar Sebut Belum Ada Intruksi Lakukan People Power

PONTIANAK - Ketua Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi di Kalbar, Suriansyah menungkapkan jika pihaknya belum menerima intruksi untuk melakukan people power.

"Kami dari BPP belum menerima intruksi melakukan people power tapi ada komponen relawan yang akan melakukan people power di Pontianak, dan hal ini kami serahkan kepada masing-masing relawan karena relawan ada yang berkoordinasi pada kami walaupun BPP tidak mengkoordinir people power tersebut tapi tim relawan ada yang melakukannya mengikuti apa yang terjadi di Jakarta," ujarnya, Senin (20/05/2019).

Namun, diterangkan oleh Ketua DPD Gerindra Kalbar ini, jika pihaknya menerima intruksi tentu juga akan turun ke jalan.

"Belum, karena belum ada intruksi, biasanya kami ada intuksi untuk sama-sama, kalaupun ada harus ikut," katanya.

Baca: Buka Puasa Bersama di Rumah Wabup Askiman, Pemkab Sintang Pupuk Toleransi Umat Beragama

Baca: FKUB Entikong Tolak People Power dan Tindakan Inkonstitusional

Baca: RAMALAN ZODIAK Karier Selasa 21 Mei 2019, Aries Frustasi, Inilah Waktu Transformasi Untukmu Pisces

Lebih lanjut, dikatakannya, melesetnya suara Prabowo-Sandi di Kalbar dari prediksi awal pihaknya karena dipengaruhi faktor money politik.

"Kalau kami melihat melesetnya perolehan suara Pak Prabowo dari prediksi awal menurut analisa kami karena terlalu banyak permainan politik uang yang terjadi walaupun tidak bisa dibuktikan secara hukum tetapi dapat dirasakan, dibanyak tempat terjadi politik uang termasuk satu paket dengan pilpres," tuturnya.

Bahkan, kata dia, BPP kehilangan sekitar 250 ribu suara yang awalnya diperkirakan akan didapatkan.

"Di Kabupaten-kabupaten dapil Kalbar 1 dan dapil Kalbar 2 terjadi (money politik, red), sehingga terjadi penggerusan suara tingkat Capres yang terjadi dan membuat cukup banyak selisih, jadi kami kehilangan sekitar 250 ribu suara yang kami prediksi awal bisa dapat, meleset akhirnya," papar dia.

Hal ini pun menurut Suriansyah telah dilaporkan ke Bawaslu sesuai tingkatan baik Provinsi hingga RI dan mulai dari permasalahan situng dan lainnya. Termasuk penyebab pihaknya enggan menandatangani hasil rekapitulasi suara tingkat Provinsi.

"Jadi kami ada beberapa bukti kecurangan, pertama dari segi entry data situng banyak kesalahan dan sudah kami laporkan, kemudian terjadi beberapa pengelembungan suara dibeberapa tempat sudah kami laporkan juga sampai ke Bawaslu RI, sehingga kami tidak menandatangani dari hasil itu kami anggap tidak bersih dari kecurangan-kecurangan, dan tidak ditindaklanjuti sebagaimana yang kami harapkan," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved