Pemilu 2019

KPU-RI Umumkan Hasil Pilpres, Bupati Sintang Minta Warga Jangan Ikut-ikutan People Power

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) telah mengumumkan hasil rekapitulasi suara untuk Pemilihan Presiden

KPU-RI Umumkan Hasil Pilpres, Bupati Sintang Minta Warga Jangan Ikut-ikutan People Power
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sintang Jarot Winarno 

KPU-RI Umumkan Hasil Pilpres, Bupati Sintang Minta Warga Jangan Ikut-ikutan People Power

SINTANG - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) telah mengumumkan hasil rekapitulasi suara untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Periode Tahun 2019-2024.

Dari hasil tersebut, pasangan nomor urut 01, Joko Widodo- Ma'aruf Amin unggul dengan persentase perolehan suara 55.50 persen atau 85.607.362 suara.

Sementara itu, pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno dengan persentase perolehan suara 45.50 persen atau 68.650.239 suara.

Terhadap hasil ini, bagi peserta Pemilu yang tidak puas dengan hasilnya memiliki waktu selama 3 x 24 jam untuk mengajukan sengketa hasil ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca: Sepanjang Tahun 2018, Dosen Untan Hasilkan 66 Penelitian 

Baca: UTD PMI Sanggau Update Stok Darah, Masyarakat Bisa Cek Langsung di Sini

Baca: KAMMI Tuntut KPU Keluarkan Santunan untuk Petugas Pemilu yang Meninggal

Bila tak kunjung mengajukan sengketa, maka KPU punya waktu paling lama 3 hari setelah masa pengajuan sengketa berakhir menetapkan pemenang Pemilu terpilih.

Bupati Sintang Jarot Winarno memastikan bahwa terhadap hasil ini, jajaran ASN Pemerintah Kabupaten Sintang beserta aparat TNI-Polri yakin semua proses akan berjalan lancar.

"Untuk ASN dan untuk aparat TNI-Polri kita di Kabupaten Sintang semuanya siap dengan hasil ini dan kita optimis semuanya akan berjalan dengan lancar," jelas Jarot, Selasa (21/5/2019) pagi.

Kemudian kepada seluruh masyarakat, terutama di Kabupaten Sintang, Jarot mengimbau jika ada ketidaksetujuan dan ketidakpuasan dengan hasil tersebut maka salurkan dengan benar.

"Salurkanlah melalui secara konstitusional melalui jalur hukum, kan kita ada Bawaslu, bisa dilaporkan disertai dengan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Selain itu, Jarot juga mengimbau masyarakat Sintang jangan melakukan aksi-aksi seperti yang santer didengar yaitu People Power.

"Urusan kita ini bulan suci Ramadhan, menjelang lebaran, lalu Inilah kita Sintang, banyak kegiatan lain. Jadi kalau kaitannya dengan people power dan lain sebagainya, kita tidak usah lah, kita ngurus lebaran saja," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved