GMNI Pontianak Ajak Masyarakat Lakukan Refleksi Historis Kebangsaan

Rival Aqma Rianda mengatakan bahwa momentum kebangkitan nasional kali ini perlu kita sadari bersama sebagai momentum dalam menjaga persatuan

GMNI Pontianak Ajak Masyarakat Lakukan Refleksi Historis Kebangsaan
Istimewa
Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Pontianak Rival Aqma Rianda 

GMNI Pontianak Ajak Masyarakat Lakukan Refleksi Historis Kebangsaan

PONTIANAK - Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Pontianak Rival Aqma Rianda mengajak kepada seluruh element anak bangsa dan masyarakat Indonesia khususnya Kalimantan Barat untuk melakukan refleksi historis kebangsaan dalam momentum kebangkitan nasional yang jatuh pada setiap tanggal 20 Mei.

Rival Aqma Rianda mengatakan bahwa momentum kebangkitan nasional kali ini perlu kita sadari bersama sebagai momentum dalam menjaga persatuan dan kesatuan nasional.

"Ditengah-tengah situasi keberlangsungan pesta demokrasi indonesia yang kian mengarah pada upaya pemecah belahan bangsa dengan berbagai dinamika politik yang diperparah oleh sebagian elite politik yang kian hari melakukan propaganda-agitasi politik yang tidak sama sekali mencerminkan semangat persatuan nasional," ujar Rival Aqma Rianda

Baca: Kerjasama dengan DPK GMNI UPB Pontianak Warkop Solidaritas Gelar Talkshow ke-4, Ini Tema Diskusinya

Baca: Buka Kaderisasi Tingkat Dasar, Bupati Jarot Ingin GMNI Tetap Junjung Nilai Perjuangan

Untuk itu, lanjutnya, GMNI mengajak kepada seluruh element bangsa agar mampu terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah isu people power khususnya Kalbar yang mengarah pada jalannya stabilitas politik dan keamanan bangsa.

Di samping itu TNI-Polri sudah menjadi tugas utama dalam menjaga keamanan dan keberlangsungan proses jalannya demokrasi. Kita dukung bersama agar keamanan dan ketertiban dapat kita jaga bersama

"Dimana dalam situasi politik kali ini, kita perlu menjaga persatuan ini sebagai satu warisan bangsa yang wajib terus di ilhami dan imani sehingga dengan adanya persatuan ini kita mampu terus bergotong royong untuk sama-sama membangun bangsa Indonesia agar lebih baik dan mengarahkan kapal besar Indonesia raya uni pada kejayaan nya," ungkapnya.

Mengenai issu people power yang terus tersebar melalui propaganda politik, menurut Rival Aqma Rianda perlu kiranya kita sebagai anak bangsa tidak terpolarisasi oleh kondisi politik pasca pilpres 2019 ini.

Baca: Ketua Umum GMNI Pontianak : Kabut Asap Melanda, Kita Tak Bisa Semata Salahkan Peladang

Baca: 8 Point Pernyataan Sikap Keluarga Besar Alumni dan Kader GMNI Kalbar Atas Teror Bom di Surabaya

Ia mengajak kepada seluruh element anak bangsa agar menerima keputusan KPU sebagai lembaga yang kita percayai untuk melaksanakan proses demokrasi di negara ini.

"Dan untuk itu, kami DPC GMNI Pontianak dengan tegas menolak people power gerakan yang di bangun atas muatan politik apalagi dapat memecah belah ke Indonesiaan kita. Jelas-jelas merupakan upaya politik Devide Et Impera (Politik Pecah Belah) oleh elite politik kepada kita sesama anak bangsa," pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved