Dahlan: Mahasiswa Sebagai Agen Of Control Ditengah Maraknya Hoaks

Reformasi adalah keinginan rakyat Indonesia agar lebih baik keinginan sistem yang lebih baik

Dahlan: Mahasiswa Sebagai Agen Of Control Ditengah Maraknya Hoaks
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNU Kalbar, Muhammad Dahlan 

Dahlan: Mahasiswa Sebagai Agen Of Control Ditengah Maraknya Hoaks

PONTIANAK- Tanggal 21 Mei 2019, bertepatan dengan 21 tahun reformasi 1998.

Reformasi 1998 merupakan sebuah kejadian di mana mahasiswa berdemo dan meminta mundurnya Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Tepat pada hari ini Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada 21 Mei 1998 setelah 32 tahun berkuasa.

Baca: FOTO: Ratusan Orang Gelar Aksi di Bundaran Digulis Pontianak

Baca: Sedang Berlangsung Live Streaming Persebaya Vs Kalteng Putra di Indosiar Babak Kedua, Skor Masih 1-1

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNU Kalbar Muhammad Dahlan ( 22 ) sekaligus Sekjen FKBK ( forum koordinasi BEM Kalbar) Mahasiswa Semester delapan Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar mengatakan sebagai mahasiswa banyak perubahan yang dirasakan pasca reformasi.

Demokrasi sekarang khususnya masyarakat bebas menyampaikan aspirasi yang terakomodir dengan adanya undang-undang yang mengatur kebebasan berekspresi dan proses transparansi pemerintahan yang lebih baik sehingga siapapun bisa menilai berjalannya suatu pemerintahan yang ada.

Reformasi adalah keinginan rakyat Indonesia agar lebih baik keinginan sistem yang lebih baik, demokrasi sebagai pilihan yang lebih baik daripada sistem sebelumnya karena itu sudah pilihan paten rakyat.

"Apapun yang kita lakukan selama itu baik buat bangsa ini sah sah saja, namun yang terpenting pada saat ini yang momennya bertepatan dengan momen politik yang begitu banyak hoaks, fitnah yang mengganggu kedaulatan rakyat, maka dari itu kita sebagai mahasiswa mempunyai tugas mengkampanyekan Indonesia damai lawan apapun dan siapapun yang mengganggu dan mengancam keutuhan NKRI," ujarnya, Selasa (21/5/2019).

Mahasiwa harus berada di jalur tengah sebagai agen of control membantu meredam isu-isu ataupun gejolak yang ada dan pada nyatanya Indonesia tidak perlu dengan adanya reformasi.

Ia mengucapkan selamat kepada siapapun yang menang menjadi presiden dan wakil presiden terpilih, DPR RI, DPRD, DPD semoga Indonesia semakin maju, adil dan makmur.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved