Pemilu 2019

Bawaslu Kalbar Sayangkan Jika Ada Yang Ingin Mendelegetimasi Hasil Pemilu

Kordiv PHL Bawaslu Kalbar, Faisal Riza menyayangkan jika ada pihak-pihak yang ingin mendelegitimasi pemilu.

Bawaslu Kalbar Sayangkan Jika Ada Yang Ingin Mendelegetimasi Hasil Pemilu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Anggota Bawaslu Kalbar - Faisal Riza 

Bawaslu Kalbar Sayangkan Jika Ada Yang Ingin Mendelegetimasi Hasil Pemilu

PONTIANAK - Kordiv PHL Bawaslu Kalbar, Faisal Riza menyayangkan jika ada pihak-pihak yang ingin mendelegitimasi pemilu.

"Kalau kemudian menyampaikan aspirasi saya kira itu hak semua warga negara, silahkan saja, pada prinsipnya kita sambut baik aspirasi itu, tapi tetap saja penyelesaian masalahnya sesuai dengan perundang-undangan. Kita tidak ingin terjebak pada isu people power atau tidak tetapi silahkan saja, kita sudah punya mekanisme UU, dan telah memberikan ruang pada seluruh warga negara untuk berkontribusi menyampaikan kritik dan saran sepanjang memang didasarkan pada bukti dan fakta," katanya, Senin (20/05/2019).

Diterangkan Faisal jika selama ini Bawaslu memang telah menerima laporan dan dari masyarakat yang kemudian telah ditindaklanjuti.

"Dari relawan 02 menyampaikan laporan terkait dengan Situng, itu sudah kita teruskan kepada KPU, kita tugasnya juga melakukan pemantauan, kemarin diedarkan surat kepada Bawaslu Kabupaten Kota untuk memantau TPS-TPS pada situng yang dianggap salah entry di Kabupaten masing-masing, dan akan terus update," jelasnya.

Baca: Kapolsek Hadiri Penutupan PKL Akademi Keperawatan Dharma Insan Pontianak

Baca: KPU Kalbar Sarankan Pihak Tak Puas Pada Hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi

Baca: Konsultasi Ramadan: Lupa Mandi Junub, Apakah Membatalkan Puasa?

"Terkait dengan permohonan menghentikan Situng kita teruskan ke RI karena kewenangan Bawaslu RI, dan kita sama-sama sudah dengar putusan Bawaslu RI tetap mempertahankan Situng tapi tetap juga diperbaiki. Karena Situng secara normal sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas," timpal mantan Ketua KPID Kalbar ini.

Maka dari itu, ia menyangkan jika ada yang ingin mendelegitimasi pemilu. Karena ada jalur hukum yang bisa ditempuh.

"Pemilu itu adalah proses suksesi atau rotasi politik secara konstitional, kalau istilah people power dihadapkan dengan mendelegitimasi pemilu maka kita sayangkan saja, tapi jika untuk menyampaikan aspirasi saya kira tidak ada masalah," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved