Ramadan

5 Menu Buka Puasa Untuk Penderita Hipertensi, Salah Menyantap Makanan Bisa Bikin Kambuh!

5 Menu Buka Puasa Untuk Penderita Hipertensi, Salah Menyantap Makanan Bisa Bikin Kambuh!

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
5 Menu Buka Puasa Untuk Penderita Hipertensi, Salah Menyantap Makanan Bisa Bikin Kambuh! 

5 Menu Buka Puasa Untuk Penderita Hipertensi, Salah Menyantap Makanan Bisa Bikin Kambuh! 

Puasa adalah salah satu momen penting untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat daripada hari-hari biasanya.

Pasalnya, salah-salah menyantap makanan dapat membuat gejala hipertensi alias tekanan darah tinggi kambuh, misalnya pusing, mual, atau lemas seharian.

Namun, Anda tak perlu cemas lagi karena gejala tersebut dapat diatasi dengan pemilihan makanan yang tepat saat berbuka puasa.

Apa saja menu buka puasa sehat untuk hipertensi yang lezat namun tetap sehat?

1. Kurma

Kurma, satu di antara menu berbuka Puasa
Kurma, satu di antara menu berbuka Puasa (bhofack2/nova.grid.id)

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan kurma.

 Ya, buah yang banyak bermunculan saat bulan Ramadan ini nyatanya cocok dikonsumsi sebagai menu buka puasa untuk hipertensi.

resep kolak

Sajian kolak pisang adalah menu takjil favorit selama bulan Ramadan yang sayang untuk dilewatkan.

Walaupun Anda memiliki masalah tekanan darah tinggi, Anda tetap boleh makan kolak saat berbuka puasa, lho!

Namun, hati-hati dengan santan dan kandungan gula pada kolak. Keduanya dapat memicu kenaikan kolesterol dan gula darah.

Maka itu, buat kolak sehat versi Anda menggunakan susu skim (bebas lemak) atau yogurt sebagai pengganti santan.

Susu skim maupun yogurt sama-sama mengandung kalsium tinggi dan rendah lemak.

Kedua zat gizi tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi saat puasa.

Sebagai pelengkapnya, berikan irisan buah pisang untuk menambah asupan kalium pada menu buka puasa Anda.

Kandungan kalium pada pisang dapat membantu mengurangi efek natrium dalam darah.

Kombinasi ini jelas bermanfaat untuk mengatasi tekanan darah tinggi saat puasa.

3. Sayur bayam

makan bayam meningkatkan asam urat

Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang dianjurkan untuk penderita hipertensi karena kandungan kaliumnya.

Ketika tubuh menerima asupan kalium, mineral tersebut akan membantu mengikat natrium dalam darah dan mengeluarkannya bersama urine.

Alhasil, tekanan darah tinggi Anda saat seharian berpuasa akan menurun secara perlahan.

Oleh karena itu, sajian sayur bayam bisa menjadi salah satu inspirasi menu buka puasa sehat untuk hipertensi.

Agar rasanya semakin lezat dan menggugah selera, tambahkan wortel dan jagung manis sebagai pelengkapnya.

4. Ikan tuna panggang

Hasil gambar untuk ikan tuna panggangIkan merupakan sumber protein terbaik dengan kandungan lemak yang rendah.Dari sekian banyak jenis ikan yang ada, ikan tuna adalah salah satu jenis ikan yang baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi.

Ikan tuna mengandung asam lemak omega-3 tinggi yang dapat mencegah plak pada pembuluh darah, mengurangi peradangan, dan menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh.

Ketika pembuluh darah aman dari timbunan plak, ini artinya aliran darah menjadi lebih lancar dan tidak memerlukan tekanan berlebih untuk mengirimkan darah ke organ vital dalam tubuh.

Agar sajian ikan tuna untuk berbuka puasa jadi lebih sehat, masak ikan tuna dengan cara dipanggang untuk menjaga kadar vitamin dan mineral di dalam ikan tuna.

Bumbui dengan minyak zaitun, perasan lemon, dan rempah-rempah lainnya agar cita rasanya semakin lezat.

5. Jus buah

jus buah delima
Sumber: LiveStrong

Menu buka puasa sehat untuk hipertensi tak cuma dalam bentuk makanan berat, kok.

Buat Anda yang tidak biasa langsung makan berat saat berbuka, Anda bisa mencoba minum jus buah.

Jus buah delima dilaporkan dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami.

Bahkan, buah yang berwarna merah ini juga efektif meningkatkan kekebalan tubuh pada pasien yang menjalani dialisis atau cuci darah ginjal.

Selain jus buah delima, Anda juga bisa mengonsumsi jus pisang untuk membantu mengendalikan tekanan darah selama berpuasa.

Pasalnya, satu buah pisang ukuran sedang ternyata dapat memenuhi 1 persen kalsium, 8 persen magnesium, dan 12 persen kalium yang Anda butuhkan setiap harinya.

Oleh sebab itu, mulailah rutin mengonsumsi jus buah saat berbuka agar tekanan darah Anda tetap stabil selama bulan puasa.

5 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Puasa, Begini Cara Mencegahnya!

Selama berpuasa, tubuh Anda tidak mendapatkan asupan nutrisi dan cairan yang diperlukan dalam jangka waktu tertentu.

Organ tubuh pun mengalami perubahan sehingga memicu sejumlah masalah kesehatan yang biasanya muncul saat puasa.

“Penyakit” ini biasanya tidak membahayakan kesehatan, tapi dampaknya mungkin lebih besar bagi orang yang sebelumnya telah memiliki masalah kesehatan tertentu.

Kira-kira, apa saja ya, masalah kesehatan yang mungkin muncul saat puasa?

Tidak adanya asupan energi, nutrisi, dan cairan selama puasa dapat memicu timbulnya masalah kesehatan sebagai berikut.

1. Dehidrasi

Salah satu masalah kesehatan yang paling sering muncul saat seseorang puasa adalah dehidrasi.

Kehilangan cairan selama berpuasa dapat menyebabkan dehidrasi ringan.

Gejala utamanya adalah warna urine yang pekat, lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena minum air saat berbuka puasa akan mengembalikan cairan tubuh yang hilang seperti semula.

Dehidrasi sebenarnya dapat diatasi dengan mencukupi kebutuhan cairan harian.

Minumlah 8 gelas air sehari, pada waktu sahur, berbuka, sebelum tarawih, dan sebelum tidur.

Ilustrasi
Ilustrasi (KOMPAS.COM)

2. Heartburn

Heartburn adalah rasa tidak nyaman pada perut bagian atas akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Kondisi ini sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan gejala masalah kesehatan pencernaan yang timbul akibat beberapa penyebab, terutama saat puasa.

Penderita masalah pencernaan seperti maag dan dispepsia adalah yang paling rentan mengalami heartburn.

Pada orang yang aman-aman saja pencernaannya, heartburn dapat terjadi akibat peningkatan asam lambung atau terganggunya fungsi katup yang membatasi lambung dan kerongkongan.

Anda dapat mencegah heartburn dengan membatasi jenis makanan yang memicu produksi asam lambung.

Beberapa di antaranya adalah makanan  yang digoreng dengan minyak banyak, tinggi gula, pedas, asam, atau terlalu berminyak.

Batasi pula makanan yang banyak menggunakan bawang serta minuman berkafein.

maag saat puasa obat Omeprazole

3. Pusing

Pusing adalah salah satu masalah kesehatan yang paling sering muncul saat puasa.

Penyebab pusing saat puasa biasanya berasal dari dehidrasi, rasa lapar, atau jam tidur yang kurang karena harus bangun sahur.

Beberapa orang juga dapat mengalami pusing yang lebih parah akibat paparan dari lingkungan luar.

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah pusing saat puasa.

Salah satunya adalah dengan makan makanan dan air yang cukup setiap kali sahur dan berbuka.

Hindari panas-panasan di bawah terik matahari, berada di lingkungan yang suhunya panas, atau pemicu lainnya.

Bila gejala sudah dirasakan sejak saat sahur, minum obat pereda pusing dapat membantu.

4. Sembelit

Kurangnya asupan air selama puasa mengakibatkan feses pada usus besar menjadi lebih padat.

Akibatnya, Anda mengalami sembelit dan kesulitan buang air besar.

Sembelit bahkan dapat bertambah parah bila Anda jarang mengonsumsi serat saat sahur dan berbuka.

Anda dapat mencegah salah satu masalah kesehatan saat puasa ini dengan memperbaiki pola makan.

Perbanyak konsumsi serat dan minum air saat sahur dan berbuka puasa.

Anda juga harus menjaga tubuh tetap aktif agar kerja pencernaan senantiasa lancar.

5. Gula darah rendah (hipoglikemia)

Satu lagi masalah kesehatan yang sering terjadi saat puasa adalah hipoglikemia.

Kondisi terjadi tubuh kehabisan gula sebagai sumber energi utamanya.

Kondisi ini mungkin tidak berbahaya bagi orang yang sehat, tapi akibatnya bisa fatal bagi para penderita diabetes.

Gejala utama hipoglikemia adalah kepala berkunang-kunang, tubuh gemetar, dan berkeringat.

Gejala ini harus segera ditangani dengan obat atau dengan mengonsumsi minuman mengandung gula.

Hipoglikemia berkepanjangan dapat mengakibatkan pingsan, koma, hingga kematian.

Sebenarnya beberapa masalah kesehatan yang muncul saat puasa merupakan mekanisme yang lazim terjadi ketika tubuh kekurangan nutrisi dan cairan.

Kondisi tubuh Anda akan kembali normal setelah makan dan minum saat berbuka puasa.

Meski demikian, ada masalah kesehatan tertentu dengan gejala yang tidak boleh diabaikan.

Segeralah membatalkan puasa Anda, minumlah obat yang dibutuhkan, dan periksakan diri Anda ke dokter untuk mencegah dampak yang lebih serius. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved