Warga Desa Mandong Sambut Gembira Listrik PLN Segera Menyala

keberadaan listrik pastinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang umumnya berkebun sawit dan karet.

Warga Desa Mandong Sambut Gembira Listrik PLN Segera Menyala
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MIA MONICA
Pelaksanaan kegiatan peresmian ground breaking proyek kelistrikan desa di Kalbar, di Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau, Senin (20/5/2019). 

Warga Desa Mandong Sambut Gembira Listrik PLN Segera Menyala

SANGGAU - Dalam sepekan ini, warga Dusun Tuan, Terindak, dan Empayan melaksanakan kerja bakti dengan membersihkan jalan dan lokasi pelaksanaan kegiatan peresmian ground breaking proyek kelistrikan desa di Kalbar. 

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau ini dihadiri oleh PJ Sekda Kalbar Syarif Kamaruzaman yang mewakili Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Senin (20/5).

Khusus di Desa Mandong, nantinya akan dibangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 7,228 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,024 kms dan trafo gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 300 kVA. Dengan pembangunan dan perluasan jaringan listrik ini nantinya PLN akan melistriki sekitar 171 rumah warga. 

Menurut Kepala Desa Mandong, Andreas, keberadaan listrik pastinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang umumnya berkebun sawit dan karet. 

"Dengan adanya listrik, segala aktifitas dapat dengan mudah dilaksanakan tidak tergantung dengan waktu. Anak-anak akan lebih mudah dan nyaman belajar dimalam hari. Segala aktifitas usaha pastinya akan tumbuh ditengah-tengah masyarakat, apalagi Desa Mandong inikan letaknya tidak jauh dari jalan provinsi, mungkin sekitar 7 km dari jalan raya Sosok," ungkap Andreas.

Baca: VIDEO: Persembahan Puisi Mahasiswi UKM Seni Polnep di Malam Puncak Mari Amal Ramadan

Baca: Ini Syarat Mengajukan Diri Menjadi Anggota Perpustakaan Daerah Kalbar

Andreas pun mengatakan untuk penerangan di rumah, pada umumnya warga menggunakan mesin genset (generator setting), dengan rata-rata penyalaan setiap malam sekitar 2 hingga 3 jam. 

"Untuk menghidupkan mesin genset warga harus mengeluarkan dana antara Rp 800 hingga Rp 900 ribu per bulan untuk membeli bahan bakar, tentunya cukup berat bagi ukuran masyarakat desa, dengan adanya listrik yang akan segera masuk di desa kami pastinya akan memangkas pengeluaran rutin yang selama ini harus kami keluarkan," ujar Andreas.

Sementara itu menurut Maria (46) warga Dusun Tuan, selama ini nyaris tidak ada aktifitas yang dapat dilakukan jika malam tiba, semua serba terbatas. 

"Bagi warga dusun yang cukup mampu mesin genset adalah pilihan terbaik untuk penerangan di rumah saat malam tiba. Namun bagi kami yang kurang mampu, lampu pelita menjadi alternatif daripada gelap sama sekali, sementara terkadang sulit untuk mencari minyak tanah. Listrik bagi kami adalah sesuatu yang sangat kami nantikan, rasanya mimpi jadi kenyataan jika nanti listrik menerangi tiap-tiap rumah warga," imbuh Maria.

Baca: VIDEO: Pembukaan PGD Kalbar ke-34 di Rumah Radakng Pontianak Meriah

Maria juga berencana ingin membuka usaha kecil-kecilan di rumahnya. Wanita yang sehari-harinya menganyam rotan untuk dibuat berbagai peralatan rumah tangga ini mengaku dengan adanya listrik kehidupannya akan lebih baik lagi.

"Saya ingin membuat berbagai panganan kecil yang dapat saya titipkan di warung-warung kopi. Jika ada uang, saya juga mau membeli kulkas untuk membuat es batu, mana tau kedepannya saya juga bisa jualan es batu atau minuman segar,” kata Maria bersemangat.

Maria meyakini, listrik akan membuat segalanya akan menjadi lebih mudah dan nyaman. Ia sangat berterima kasih kepasa PLN yang telah membuat kehidupannya menjadi lebih baik.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved