Tampil Anggun Kenakan Busana Khas Dayak Saat Gawai, Ini Hal yang Tak Terlupakan Bagi Karolin

Pembukaan Gawai Dayak ini pun berlangsung semarak, dengan berbagai pertunjukan kesenian khas masyarakat Dayak di Kalimantan Barat

Tampil Anggun Kenakan Busana Khas Dayak Saat Gawai, Ini Hal yang Tak Terlupakan Bagi Karolin
TRIBUNPONTIANAK/fer
karolin Margaret Natasa saat hadiri Pembukaan Pekan Gawai Dayak ke 34 

Tampil Anggun Kenakan Busana Khas Dayak Saat Gawai, Ini Hal yang Tak Terlupakan Bagi Karolin Margret Natasa 

PONTIANAK - Pekan Gawai Dayak yang ke 34 secara resmi dibuka, pemukulan Gong sebanyak 7 kali yang dilakukan oleh Cornelis sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional menandai dibukanya acara tahunan masyarakat Dayak di Kota Pontianak ini, Senin (20/5/2019).

Pembukaan Gawai Dayak ini pun berlangsung semarak, dengan berbagai pertunjukan kesenian khas masyarakat Dayak di Kalimantan Barat.

karolin Margaret Natasa saat hadiri Pembukaan Pekan Gawai Dayak ke 34
karolin Margaret Natasa saat hadiri Pembukaan Pekan Gawai Dayak ke 34 (TRIBUNPONTIANAK/fer)

Ditemui, Tribun Karolin Margret Natasa, Bupati Landak, yang juga merupakan putri Mantan Gubernur Kalbar 2 periode yakni Cornelis tampak anggun dengan balutan busana bernuansa khas masyarakat Kalimantan Barat.

Karolin tampak cantik dengan menggunakan longdres dengan warna utama merah maroon yang bercampur sedikit corak putih dan hitam.

Baca: DPKPP Mempawah Pastikan Stok Daging Ayam Cukup Sampai Lebaran

Baca: Komunitas Motor Yamaha Aerox West Borneo Bagikan 500 Takjil dan 100 Ribu Nasi Kotak

Baca: Live Streaming PSM Makassar Vs Semen Padang Shopee Liga 1 2019 Berlangsung Pukul 20.30 WIB

Ia mengungkapkan bahwa pakaian yang digunakannya pada moment Pembukaan Pekan Gawai Dayak ini batik khas Dayak dengan motif Corak Pakis.

"Saya pake yang lebih praktis hari ini ya, ini motif pakis ya, jadi memang lazim di setiap sub suku memang ada motif Pakis, karena memang biasanya motif - motif yang digunakan dekat dengan masyarakat, jadi ya kebetulan ini ada batik yang kita modifikasi, lebih modern, namun tetap kita perlihatkan ciri khas etnisnya,"ujarnya.

Karolin Margret Natasa Bupati Kabupaten Landak saat hadiri Pembukaan Pekan Gawai Dayak ke 34
Karolin Margret Natasa Bupati Kabupaten Landak saat hadiri Pembukaan Pekan Gawai Dayak ke 34 (TRIBUNPONTIANAK/ferryanto)

"Dan mudah - mudahan bisa menjadi inspirasi bagi kaum muda, bahwa tampil melestarikan budaya itu tidak dengan cara - cara khusus saja, tapi bisa juga dengan cara fashion mengikuti perkembangan jaman namun tidak meninggalkan ciri khas budaya,"imbuhnya.

Selanjutnya, Bupati Landak itupun menjelaskan bahwa makna Gawai sendiri merupakan ungkapan syukur masyarakat Dayak atas semua rezeki dari panen pada tahun ini, dan semoga di tahun yang akan selalu mendapatkan berkah dan rezeki yang berlimpah.

"Jadi Gawai itu ungkapan syukur kita, semua rezeki yang sudah kita dapat, yang sudah kita terima, yang boleh kita nikmati, situasi yang aman dan damai pemilu yang damai kita syukuri juga dalam gawai ini,"jelasnya.

Kepada Tribun, dirinya pun mengungkapkan bahwa terdapat suatu ketika dimana gawai Dayak berlangsung sangat mengesankan bagi dirinya.

Kala itu dirinya masih menjabat sebagai anggota DPR RI, yang mana saat itu pelaksanaan gawai Dayak masih di rumah Betang di jalan Letjen Sutoyo, dan saat itu ia mengungkapkan ada sebuah pertunjukan istimewa persembahan dari Danlanud yakni pertunjukan pesawat tempur di pembukaan Pekan Gawai Dayak tersebut.

"Pernah ya, waktu saya DPR RI itu, dari Danlanud itu mengadakan perform pesawat tempur waktu gawai dayaknya masih dirumah Betang yang di jalan Sutoyo,"ungkapnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved