Pilpres 2019

Soal Rencana Aksi 22 Mei ! Cendekiawan Muslim Tegaskan Bukan Jihad, Aktivis 98 Siaga Satu Jaga KPU

Cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra menegaskan demonstrasi menentang hasil penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 22 Mei nanti bukan jihad

Soal Rencana Aksi 22 Mei ! Cendekiawan Muslim Tegaskan Bukan Jihad, Aktivis 98 Siaga Satu Jaga KPU
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pasangan Capres-Cawapres 01 Joko Widodo dan Maaruf Amien, serta Capres-Cawapres 02 Praowo Subianto dan Sandiaga Uno, berfoto bersama Ketua KPU Arief Budiman saat akan dimulainya Debat Perdana Capres dan Cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). 

Soal Rencana Aksi 22 Mei ! Cendekiawan Muslim Tegaskan Bukan Jihad, Aktivis 98 Siaga Satu Jaga KPU

Komisi Pemilihan Umum atau KPU dijadwalkan akan mengumumkan hasil Pilpres 2019 pada Rabu (22/05/2019) mendatang.

Rencananya, aksi unjuk rasa besar akan dilakukan di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) saat agenda penetapan hasil pemilu, pada Rabu (22/05/2019).

Cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra menegaskan demonstrasi menentang hasil penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 22 Mei nanti bukan jihad.

"Jadi enggak usah mengerahkan massa apa lagi atas nama jihad. Itu bukan jihad. Saya kira klaim-klaim atas nama ulama menyerukan jihad 22 Mei itu harus ditolak. Itu pernyataan partisan, politik," ujar Azyumardi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (20/5/2019).

"Jadi kalau ada yang bilang 22 Mei itu jihad saya kira itu adalah ulama yang partisan. Yang partisan kepada pihak tertentu. Harusnya ulama jangan partisan," lanjut dia.

Baca: Rencana Aksi 22 Mei ! TNI-Polri Siagakan 54 Ribu Personel, Sandiaga Uno Minta Pendukung Taat Hukum

Baca: Jelang Pengumuman Pilpres 2019! Petinggi PAN, Golkar, PDIP dan PPP Serukan Hal Ini ke Rakyat & Kader

Semestinya, ulama bersikap bijak dan memberikan pernyataan-pernyataan yang menenangkan umat.

Ia menambahkan, semestinya juga ulama mengarahkan agar masyarakat mempercayakan penetapan hasil pemilu oleh KPU.

Karena itu, ia meminta masyarakat mengikuti ucapan ulama yang netral dan tak partisan seperti yang mengajak untuk berdemonstrasi 22 Mei nanti.

Cendekiawan Muslim dan Guru Besar UIN Jakarta Azyumardi Azra
Cendekiawan Muslim dan Guru Besar UIN Jakarta Azyumardi Azra (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN DARSANI)

"Yang perlu didengar itu ulama netral, berpihak pada kepentingan umat, negara. Kita harus apresiasi ulama NU, pimpinan PBNU, seperti KH Aqil Siradj, pimpinan Muhammadiyah Pak Haedar Nasir yang sudah imbau," kata Azyumardi dikutip dari Kompas.com.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved