Ketua Panitia Harap Finalis Bujang Dara Gawai Eksis di Panggung dan Masyarakat

Pekan Gawai Dayak (PGD) ke 34 secara resmi di buka pada tanggal 20 Mei 2019, acara yang telah menjadi agenda tahunan di Kalimantan Barat

Ketua Panitia Harap Finalis Bujang Dara Gawai Eksis di Panggung dan Masyarakat
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Finalis Bujang Dara Gawai Kalbar 2019 saat mengikuti rangkaian kegiatan dalam karantina yang digelar di salah satu rumah tokoh Dayak, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Jumat (17/5/2019). Pemilihan Bujang Dara Gawai Kalbar 2019 diikuti 26 finalis Bujang dan 26 finalis Dara, grandfinal akan digelar pada tanggal 25 Mei malam yang digelar dalam rangkaian PGD provinsi Kalimantan Barat ke-34 di Rumah Radakng, Pontianak. 

Ketua Panitia Harap Finalis Bujang Dara Gawai Eksis di Panggung dan Masyarakat

PONTIANAK - Pekan Gawai Dayak (PGD) ke 34 secara resmi di buka pada tanggal 20 Mei 2019, acara yang telah menjadi agenda tahunan di Kalimantan Barat ini dilaksanakan di Rumah Radank Pontianak pada tanggal 20 sampai 26 Mei 2019, Senin (20/5/2019).

Rangkaian kegiatan kebudayaan dan adat khas masyarakat Dayak akan di tampilan disini, dan yang menjadi puncak acara dan banyak di nanti oleh masyarakat yakni pemilihan bujang dara gawai Dayak.

Ditahan ini, sebanyak 52 finalis Bujang Dara Gawai yang terdiri dari 26 pria dan 26 wanita yang berasal dari berbagai wilayah Kalimantan Barat akan memeriahkan malam puncak pemilihan Bujang Dara Gawai Dayak yang ke 34 ini.

Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Bujang Dara Gawai, Ardian Kuetsaw menjelaskan ke 56 finalis ini saat ini sedang mengikuti karantina sejak tanggal 17 lalu hingga tanggal 24 untuk di persiapan pada malam grand final Pemilihan Bujang Dara Gawai Dayak ke 34 yang direncanakan akan di helat pada tanggal 25 Mei 2019.

Baca: Bhayangkari Ranting Pontianak Timur Berbagi Kasih di Bulan Ramadan

Baca: Babinsa 1202-06/Sry Bersama FOKOMAS Bagi Takjil Untuk Warga

Baca: UKM Seni Polnep Berdonasi dengan Cara Mengamen dan Charity Night

"Untuk peserta bujang dara total keseluruhannya ada 52 orang, itu ada dari 14 kabupaten Kota, dari berbagai sanggar juga yang tergabung dalam sekberkesda, dan kita menyaring peserta itu dari tanggal 1 Mei 2019,"ujarnya saat di temui di lokasi Karantina Sabtu (17/5/2019).

Dalam pemilihan Bujang Dara Gawai sendiri, pihak panitia memiliki beberapa kriteria untuk menseleksi para Finalis.

Namun, Ardian mengungkapkan krteria terpenting peserta yang bisa menjadi finalis di bujang dara gawai Dayak ini haruslah yang memiliki IQ (Kecerdasan intelektual (bahasa Inggris:intelligence quotient, disingkat IQ) dan EQ (Kecerdasan emosional (bahasa Inggris: emotional quotient, disingkat EQ) yang baik.

"Kalau syarat utama itu, yang pasti ada keturunan Dayak, dan kriterianya kami itu simple, IQ nya bagus, dan EQ nya bagus, emosionalnya bagus terus, atitudnya juga bagus, inikan akan jadi dutanya orangnya Dayak, jadi memang kita memang sudah menyaring itu sesuai dengan ketentuan,"jelasnya.

Selama masa karantin sendiri, Ardian mengungkapkan para finalis diberikan berbagai macam materi.

"Ada Pariwisata, kebudayaan, Publik Speaking, bahasa Inggris, materi sikologi, tata rias, materi busana etnik daerah, busana modern, lalu beuty class, terus lebih ke pengamalan sejarah - sejarah, anjangsana kita laksanakan melihat makam - makam pahlawan yang berasal dari suku Dayak,"terang Ardian 

Diharapnya, dengan berbagai macam materi yang di berikan, nantinya para finalis tidak hanya dapat eksis di atas panggung atau ajang bujang dara gawai Dayak ini, namun dapat menunjukkan eksistensinya di masyarakat.

"Harapannya ya mereka setelah selesai di bujang dara ini, tidak hanya sekedar eksis di panggung, selesai di panggung mereka bisa menunjukan kualitas mereka, sebagai putra putri Dayak, eksistensi mereka, ketika mereka diminta untuk berlenggang lagi di ajang berikutnya mereka sudah siap dan benar - bener matang, dan kami pengennya mereka punya banyak program untuk mengangkat kebudayaan Dayak, khususnya di Kalbar, kita pengennya mereka bukan hanya bisa eksis di panggung, tapi selesai di panggung mereka bisa jadi panutan, jadi tokoh di masyarakat,"paparnya.

"Sekalipun mereka tidak mendapat gelar 1,2,3, ya karena menurut konsep kami, juara 1,2,3, sebagai acuan mereka untuk berkompetisi, tapi setelah selesai mereka tetap menjadi bujang dan dara, mereka tetap akan membawa nama Dayak, dan itu yang di harapkan ketika mereka selsai dari sini, mereka yang terpilih atau tidak bisa menjadi panutan di masyarakat,"jelasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved