Buka Pekan Gawai Dayak ke XXXIV, Sutarmidji: Pemprov Kalbar Anggarkan Rp 300 Juta untuk PGD

Namun, tadi kata panitia, dana tersebut belum diambil oleh panitia, sehingga saya sarankan agar cepat dicairkan

Buka Pekan Gawai Dayak ke XXXIV, Sutarmidji: Pemprov Kalbar Anggarkan Rp 300 Juta untuk PGD
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji (kanan) bersama Presiden Majelis Adat Dayak Nasional, Cornelis (kiri) saat menyaksikan sejumlah penampilan penari saat pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) provinsi Kalimantan Barat ke-34 di Rumah Radakng,Pontianak, Senin (20/5/2019) siang. PGD ke-34 berlangsung sejak 20-26 Mei 2019. 

Buka Pekan Gawai Dayak ke XXXIV, Sutarmidji: Pemprov Kalbar Anggarkan Rp 300 Juta untuk PGD

PONTIANAK - Gubernur Kalbar, Sutarmidji menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan Pekan Gawai Dayak yang dilaksanakan setiap tahunnya di provinsi itu.

"Dukungan yang akan kita berikan ini bukan hanya dalam bentuk dukungan moril, tetapi juga materil mengingat PGD ini sudah dilaksanakan setiap tahunnya dan sudah menjadi agenda pariwisata daerah, sehingga akan terus kita dukung," ujar Sutarmidji, saat pembukaan kegiatan PGD ke-34 yang dilaksanakan di Pontianak, Senin (20/5/2019).

Sutarmidji mengatakan pemerintah daerah Kalbar telah menggarkan Rp300 juta untuk mendukung pelaksanaan PGD tersebut dimana pos anggarannya berada di Dinas Pariwisata Kalbar.

"Namun, tadi kata panitia, dana tersebut belum diambil oleh panitia, sehingga saya sarankan agar cepat dicairkan," ujarnya. 

Baca: BREAKING NEWS: Pelajar SMP Tenggelam di Sungai Landak, Masih Dilakukan Pencarian

Baca: Gelar Paripurna LKPJ, Ini Rekomendasi DPRD Sanggau Terhadap LKPJ Bupati Sanggau Tahun 2018

Sutarmidji menilai kegiatan PGD terbukti dapat menyedot perhatian wisatawan, baik domestik maupun Internasional.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya wisatawan asing baik dari Malaysia, Brunei Darusalam, maupun beberapa negara Eropa lainnya yang datang ke Pontianak.

"Hal ini jelas memberikan dampak positif pada pariwisata kita, dimana hotel penuh, restoran dan rumah makan penuh dan ini jelas memberikan kita keuntungan pada percepatan perputaran ekonomi daerah," tambah Sutarmidji.

Dia menambahkan, karena kegiatan itu bersamaan dengan umat muslim melaksanakan ibadah puasa. Ini menunjukan pengembangan budaya itu sarat dengan toleransi dan saling menghormati.

Baca: SBA Gelar Buka Bersama Sekaligus Santunan dengan Anak Yatim, Dhuafa dan Penghafal Alquran

Baca: Thomas Aquino Dental Care Rutin Adakan Donor Darah dan Gratis Skelling Gigi Bagi Pendonor

"Untuk itu, saya selaku Gubernur memberikan kesempatan kepada semua budaya apapun untuk mengembangkannya di Kalimantan Barat ini. Panitia juga telah menyesuaikan jadwal kegiatannya karena untuk menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa," katanya.

Ia menjelaskan panitia telah menyampaikan bahwa selama kegiatan PGD mulai dari jelang berbuka puasa sampai lepas salat tarawih tidak ada kegiatan.

"Pada tanggal 22 Mei juga tidak ada kegiatan. Tapi nanti akan menyesuaikanlah nanti," ujar Sutarmidji.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved