113 CPNS Kemenag Kalbar Terima SK, Ridwansyah Harap CPNS Baru Amalkan Budaya Kerja Kemenag

Ridwansyah meminta para CPNS yang baru saja menerima SK tugas dapat mengamalkan lima budaya kerja kementerian agama

113 CPNS Kemenag Kalbar Terima SK, Ridwansyah Harap CPNS Baru Amalkan Budaya Kerja Kemenag
TRIBUNPONTIANAK/Hamdan
Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar menyerahkan Surat Keterangan (SK) tugas kepada 113 CPNS hasil rekrutan formasi tahun 2018 

113 CPNS Kemenag Kalbar Terima SK, Ridwansyah Harap CPNS Baru Amalkan Budaya Kerja Kemenag

PONTIANAK - Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar Ridwansyah meminta para CPNS yang baru saja menerima SK tugas dapat mengamalkan lima budaya kerja kementerian agama. Lima budaya kerja Kementerian Agama tersebut di antaranya adalah Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Bertanggunga Jawab dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, dalam rangka ikut mewarnai percepatan pembangunan di Kalimantan Barat, utamanya dalam hal peningkatakn kualitas pendidikan di kalbar. Ridwansyah mengatakan Kementerian Agama Kalbar akan mendukung program pembangunan yang telah direncanakan oleh Gubernur Kalbar dalam hal peningkatan SDM dan peningkatan kualitas pendidikan.

"Kita punya jalur pendidikan melalui madrasah dan pondok pesantren. dengan telah ditempatkan CPNS 2018 ini di beberapa madrasah di kalbar paling tidak bisa memberikan kontribusi tentang kebutuhan guru di Kalbar utamanya di satuan madrasah dibawah naungan Kementerian Agama Kalbar," ujarnya.

Baca: Live Streaming PS Barito Putera Vs Persija Jakarta di Indosiar, Evan Dimas Dkk Kuasai Lini Tengah

Baca: FOTO: Rider Grab Khatulistiwa & Grab Community Support Berbagi Kepada Anak Panti

Baca: FAKTA Sidang Vonis Tipikor Dua Petinggi KONI! Terbukti Suap Pejabat Kemenpora, Tak Hanya Beri Mobil

Ridwansyah juga mengatakan kehadiran Madrasah di Kalbar juga mendapatkan minat yang besar untuk masyarakat. Banyak masyarakat yang memilih menyekolahkan anaknya di Madrasah dengan alasan untuk mendapatkan porsi pendidikan agama yang lebih besar.

"Kami juga ikut berperan dan berkontribusi untuk menuntaskan wajib belajar yang sekarang ini bukan lagi sembilan tahun akan tetapi 12 tahun. kehadiran Madrasah di tengah masyarakat juga cukup strategis di Kalbar," ujarnya.

Hal tersebut dapat dinilai bahwa jumlah madrasah swasta di kalbar, berdasarkan data yang ada kata Ridwan. bahwa hampir 90 persen madrasah di Kalbar merupakan madrasah swasta sementara untuk madrasah negeri hanya sekitar 10 persen.

"Komitmen kami bahwa pendidikan di Madrasah akan memberikan dampak dan memberikan daya ungkit atas peningkatan SDM di Kalimantan Barat," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved