Rekoleksi SD Bruder Melati, Pelajaran Spritualitas dan Budi Pekerti

Dalam acara tersebut semua siswa diwajibkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam itu.

Rekoleksi SD Bruder Melati, Pelajaran Spritualitas dan Budi Pekerti
Istimewa
Pada 17-18 Mei 2019 lalu, bertempat di Aula Bonaventura Sepakat Biara Bruder Maria Tak Bernoda telah dilangsungkan kegiatan rekoleksi khusus bagi anak kelas VI (6) SD Bruder Melati 

Rekoleksi SD Bruder Melati, Pelajaran Spritualitas dan Budi Pekerti

Citizen Reporter
Samuel
Komsos KAP

SINGKAWANG - Tanggal 17-18 Mei 2019 bertempat di Aula Bonaventura Sepakat Biara Bruder Maria Tak Bernoda telah dilangsungkan kegiatan rekoleksi khusus bagi anak kelas VI (6) SD Bruder Melati.

Dalam acara tersebut semua siswa diwajibkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam itu.

Rekoleksi kali ini didampingi oleh 13 orang guru dimentori oleh Ibu Magdalena Sajumiati, S.Ag alias Ibu Emi dan didampingi oleh Bruder Dismas, MTB (Johanes Babtis Sarjono, S.Ag) sebagai kepala Sekolah SD Bruder Melati.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan rekoleksi yang dibawa oleh Bruder Agustinus, MTB bersama tim.

Materi yang dibawakan untuk anak kelas VI SD ini merupakan materi yang bertujuan untuk memotivasi para murid untuk lebih semangat dan tambah tekun dalam sekolah setelah lulus ini dan masuk ke jenjang selanjutnya.

Baca: Satlantas Polres Singkawang Tindak Tegas Pengemudi Truk Melaju dengan Kecepatan Tinggi

Baca: SMA Santo Paulus Nyarumkop PAS Berbasis Komputer

Rekoleksi ini diadakan sebagai tanda syukur atas kebersamaan mereka selama 6 tahun bersekolah di SD Bruder Melati dan sekaligus Rekoleksi Perpisahan bagi mereka dengan sahabatnya dan para guru-guru yang mengajar mereka.

Dalam membuka materi, Bruder Agustinus, MTB mengatakan bahwa “yang paling penting bukanlah hal hebat, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita mengubah sesuatu yang sederhana dan melakukannya dengan cara yang luar biasa,” ujarnya.

Pada tanggal 17 Mei 2019 dibuka dengan dua sesi rekoleksi dari Bruder Agus, MTB dan dilanjutkan pada tanggal 18 Mei 2019 adalah kegiatan lapangan yaitu Outbon untuk siswa dan siswi  SD Bruder Melati dengan jumlah siswa sebanyak 134 anak.

Dalam kesempatan yang sama sebagai Kepala Sekolah SD Bruder Melati, Bruder Dismas, MTB berharap “semoga siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini bisa bertambah dewasa apalagi dalam memilih jenjang yang lebih tinggi dalam persiapan mereka masuk kelas 7 (VII) dimanapun mereka berada,” ujar Bruder Dismas, MTB.

Baca: Kepsek SMKN 2 Singkawang: Anak-anak Itu di Kenal Pendiam Tapi Tekun

Baca: Antisipasi Lonjakan Harga, Disperindagkop Singkawang Tetapkan Harga Ecer Tertinggi

Dari 2006 sampai sekarang Ibu Magdalena Sajumiati, S.Ag atau yang akrab disapa Ibu Emi mengatakan bahwa memang sudah setiap tahun acara perpisahan ini dilakukan untuk mereka yang yang akan menempuh pendidikan selanjutnya yaitu ke jenjang Sekola Menengah Pertama (SMP).

“Dari pertama kali (tahun 2006) saya mengajar, memang mereka khususnya kelas 6 ini selalu diberi rekoleksi dan acara perpisahan. Biasannya acara rekoleksi sekaligus perpisahan ini kami lakukan berbeda-beda, tapi untuk kali ini, dua acara ini kami gabungkan menjadi satu. Pasalnya, kalau acara dipisahkan maka akan memakan waktu dan biaya, maka jalan tengah dan kami sepakat bahwa acara ini digabungkan menjadi satu sekaligus yaitu acara rekoleksi dan perpisahan dari tanggal 17-19 Mei 2019,” katanya.

“Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperteguh iman, budipekerti dan spritualitas bagi mereka dalam mempersiapkan diri ke jenjang SMP dimanapun mereka berada. Kami pikir bahwa kegiatan ini merupakan tahapan pelatihan sikap dan etika positif sekaligus dengan peneguhan iman yang harusnya dimulai dari dini,” tambahnya.

“Selama mengajar, tentulah sangat banyak suka dan duka yang kami alami sebagai guru-guru yang mendampigi perkembangan intelektual dan budipekerti mereka. Sekarang mereka masih mudah untuk dibentuk menjadi apapun kedepannya, asal benar-benar diperhatikan pekembangan Iman, Spritualitas dan Budi Pekerti yang selama ini menjadi dasar dari nilai kehidupan. Jadi, harapannya semoga mereka menjadi orang yang sukses dan tentunya semakin berprestasi dalam aktivitas sosial dimanapun mereka berada. Dan yang paling penting adalah yang mereka dapatkan disini bukan hanya sebatas ilmu saja, tetapi melainkan juga belajar untuk hidup. Amin,” imbuhnya. (*/doi)
 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved