Peringati Hari Buku Nasional, Pegiat Literasi di Pontianak Gelar Ngabuburit Literasi

Ngabuburit literasi, merupakan sebuah kegiatan untuk memperingati dan menjaga makna hari buku nasional yan di peringati

Peringati Hari Buku Nasional, Pegiat Literasi di Pontianak Gelar Ngabuburit Literasi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Peringati Hari Buku Nasional, Pegiat Literasi di Pontianak Gelar Ngabuburit Literasi 

Citizen Reporter
Pegiat Literasi Kalbar
Ahmad asma DZ

Peringati Hari Buku Nasional, Pegiat Literasi di Pontianak Gelar Ngabuburit Literasi

PONTIANAK - Ngabuburit literasi, merupakan sebuah kegiatan untuk memperingati dan menjaga makna hari buku nasional yan di peringati setiap tanggal 17 Mei 2019 kemarin.

Khususnya di kalangan penggiat literasi di Pontianak, Kalimantan Barat. Pada kesempatan ini kami akan membaca cerita pendek dari salah satu sastrawan besar dari kalbar.

Nama, yang begitu melegenda di dunia sastra nasional. “kata Annisa, salah seorang pengagas acara”.

Ada dua moment penting yang menjadi dasar dari kegiatan Ngabuburit Literasi ini. Pertama, 17 Mei yang diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Serta bertepatan dengan bulan Ramadhan 1440 H.

kata Ngabuburit tentu begitu lekat dengan kegiatan dalam menanti waktu berbuka puasa. Banyak kemudian cara bahkan tradisi-tradisi yang di lakukan. Literasi, seperti kita ketahui bersama begitu lekat juga dengan buku.

Baca: POM Sanggau Gelar Baksos ke Kaum Duafa

Baca: Paskas Sintang Target Salurkan Enam Ton Beras di Ramadhan Tahun Ini

Baca: Berikut prediksi cuaca di Sejumlah Pelabuhan di Kalbar dari BMKG

Walau secara harfiah literasi berasal juga dari kata literer yag bermakna segala yang berkenaan dengan tradisi tulis menulis.

Acara yang digelar di Warung kopi Qahwa jalan Alianyang pada hari jumat, 17 mei. Dihadiri oleh sejumlah penggiat literarsi. Dengan suasana keluargaan dan hangat. Dimulai dari perkenalan, Pengantar Kegiatan, Diskusi tentang Yusakh Ananda.

Hingga puncaknya membaca cerita pendek dalam buku “Demikianlah Pada Mulanya” secara bergantian halaman demi halaman hingga waktu berbuka puasa tiba.

Buku kumpulan cerita pendek “Demikianlah Pada Mulanya” karya Yusakh Ananda. Terdapat 9 cerpen ; Kampungku yang Sunyi, Penunggu Bukit yang Nakal, Sebuah Kelumit Terlepas, Penjual Keriping, Demikianlah pada mulanya, Si hitam dan anak-anaknya, Suatu saat telah lewat, Juara Drumband, dan Lanun.

Salah satu cerpen Demikianlah pada mulanya kemudian dipilih menjadi judul buku ini. Sebuah cerita yang ditulis Yusakh pada 30 September 1963. Bercerita salah satunya tentang kehidupan sosial antar tetangga yang berbeda suku, Melayu dan China.

Yusakh sepertinya memiliki perhatian khusus terhadap pendidikan. Ia mampu menggambarkan dunia pendidikan dengan begitu baik di cerpen ini.

Yusakh Ananda, (Zubier Muchtar) Dilahirkan di Sambas, Kalimantan Barat pada tahun 1934 dan meninggal tahun 2002. adalah salah satu penulis yang sempat hidup di masa Jepang.

Ia menuliskan beberapa hal tentang masa-masa itu dalam cerpennya. Ini adalah salah satu kekuatan lainnya dari Yusakh Ananda.

Disela menyantap makanan berbuka , juga ber diskusi sederhana tentang keinginan untuk mengagas Hari Buku Daerah. Baik Pontianak, dan juga kalbar.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved