Penjual Kue Kering Dadakan, Banjir Pesanan

Penjual kue kering dadakan di Kota Pontianak, mulai kebanjiran pesanan dari sejumlah masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri 1440 H

Penjual Kue Kering Dadakan, Banjir Pesanan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kue kering yang dijual oleh pedagang dadakan untuk hari raya idul fitri yang berlokasi Sungai Jawi, Minggu (19/5/2019). 

Penjual Kue Kering Dadakan, Banjir Pesanan

PONTIANAK - Penjual kue kering dadakan di Kota Pontianak, mulai kebanjiran pesanan dari sejumlah masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri 1440 H, Minggu (19/5/2019).

Salah seorang penjual kue kering dadakan di Sungai Jawi Pontianak, Indah mengatakan, sejak dua bulan menjelang ramadan dirinya telah mulai menawarkan kue kering jualannya di media sosial.

“Penjualan ini rutin saya lalukan di setiap hari raya, kayak Lebaran, Natal, Imlek. Nawarinnya lewat media sosial, jaman sekarangkan udah canggih, jadi enak jualannya dan usaha ini sudah berjalan kurang lebih 4 tahun,” ujarnya.

Baca: Tim SAR Gabungan 2 Hari Cari Pria 70 Tahun yang Jatuh di Sungai Teluk Pakedai

Baca: Prediksi PSM Makassar Vs Semen Padang Shopee Liga 1 2019 Kick Off Pukul 20.30 WIB

Baca: Hari Kedua Pencarian Safei Korban Jatuh Sari Motor Air Belum Ditemukan

Menurut pengakuannya, hingga saat ini dirinya telah menerima pesanan hampir 2 ton kue kering. Dan diyakininya akan terus bertambah saat mendekati hari lebaran nanti.

“Lebaran tahun lalu kami bisa menjual hingga 2,5 Ton snack, pembelinya dari daerah-daerah yang ada di Kalbar seperti Sintang, Singkawang, Sambas, Bengkayang, Landak, Sekadau, hampir semua daerah ada,” jelasnya.

Untuk harga, kue kering yang dijualnya bervariasi mulai dengan harga Rp 85 ribu per kilogram hingga Rp 105 ribu per kg. Dan ada sekitar 15 macam kue kering seperti Kacang Bali, Tortila, Twiscorn, Astor, Sus Cokelat, stik keju dan yang lainnya.

“Kita jualnya lebih kepada reseller-reseller ya, jarang yang satuan. Kalau reseller itu minimal pembelian 10 kg dan akan kita berikan harga khusus. Untuk reseller penjualan terbanyak juga akan kita berikan gift,”  ucapnya.

Ia pun menyebutkan keuntungan yang didapatnya bisa untuk mencukupi kebutuhannnya menghadapi lebaran.

“Alhamdulillah keuntungan yang didapat dari berjualan kue ini sangat lumayan untuk mencukupi kebutuhan kami menghadapi lebaran ini,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Cici salah seorang penjual kue kering rumahan yang berlokasi di Jalan Dokter Wahidin Pontianak, ia mengaku telah menerima banyak pesanan sejak sebulan sebelum bulan ramadan.

“Menjual kue kering dadakan ini selalu saya lakukan jelang lebaran karena dapat untung yang lumayan. Sampai saat ini sudah ratusan kilo peseannannya. Untung nya tentu bisa digunakan untuk berbagai keperluan menghadapi lebaran,” katanya.

Ia mengatakan, pesanan umumnya datang dari pegawai dan kalangan ekonomi menengah ke atas yang tidak mau repot membuat kue jelang lebaran.

“Masyarakat umumnya memesan kue karena tidak mau repot harus membuat kue lagi jelang lebaran sehingga mereka lebih memilih membeli kue jadi,” ujarnya.

Dengan harga bahan baku pembuatan kue kering yang cukup mahal baginya, seperti mentega, telur dan terigu. Dirinya berharap pemerintah dapat menurunkan harga sembako tersebut agar selain masyarakat tidak terbebani secara ekonomi, para penjual kue juga dapat untung yang lebih banyak pada lebaran ini.

Penulis: Madrosid
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved