Memaknai Bulan Suci Ramadhan, Berikut Penjelasan KUA Kecamatan Putussibau

i, jika seseorang yang berpuasa betul-betul berdasarkan motivasi keimanan, maka dapat menjaga tindak tanduknya selama berpuasa

Memaknai Bulan Suci Ramadhan, Berikut Penjelasan KUA Kecamatan Putussibau
Istimewa
KUA Kecamatan Putussibau Utara Iswandi 

Memaknai Bulan Suci Ramadhan, Berikut Penjelasan KUA Kecamatan Putussibau

KAPUAS HULU - Kepala KUA Putussibau Utara, Iswandi menyatakan bulan ini adalah bulan yang diberkati, bulan ini adalah bulan diturunkannya alquan bulan ini adalah bulan terjadinya peristiwa Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan dan di bulan juga merupakan bulan dimana pintu maghfirah (ampunan), dibuka selebar-lebarnya serta segenap amal kebajikan dilipatgandakan pahalanya.

"Mengingat betapa mulianya bulan ini, maka alangkah bahagianya jika pada momentum Ramadhan ini kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita serta mengisinya dengan segala kebajikan," ujarnya kepada Tribun, Minggu (19/5/2019).

Dalam Islam, puasa memiliki keistimewaan yang berbeda dengan ibadah-ibadah lain. Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah berfiman: "Semua amal anak Adam (manusia) untuk dirinya sendiri kecuali puasa, sebab puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya".

Baca: Tingkatkan Silaturahmi, Mualaf di Kapuas Hulu Gelar Buka Puasa Bersama

Baca: Polisi Imbau Masyarakat Kapuas Hulu Waspada Berita Hoax

"Ketika melaksanakan puasa, sebenarnya tidak ada yang dapat mengetahui apakah seseorang sedang berpuasa atau tidak. Tidak menutup kemungkinan adanya orang yang terlihat berpuasa namun sebenarnya ia tidak melaksanakan ibadah puasa. Ketika sepi dari orang lain bisa saja ia makan, minum atau mengumbar hawa nafsu tanpa sepengetahuan orang lain," ucapnya.

Pendek kata, hanya si pelakulah yang mengetahuinya apakah ia sedang berpuasa atau tidak. Lalu apakah yang membuat seseorang tetap menjaga puasanya? Satu-satunya jawaban adalah keimanan yang terpatri dalam jiwanya. "Dalam konteks ini, puasa sebenarnya adalah latihan dan uji kesadaran akan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, Dzat yang mengetahui dan mengawasi segenap tingkah laku manusia, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi," ujarnya.

Menurut Iswandi, jika seseorang yang berpuasa betul-betul berdasarkan motivasi keimanan, maka dapat menjaga tindak tanduknya selama berpuasa maka ia akan mendapatkan pencerahan ruhani dan dikembalikan kepada fitrahnya sebagai manusia, makhluk yang mulai tanpa bercak noda dan dosa.

Baca: Kuota Haji Kapuas Hulu Bertambah 14 Kursi, Khusus Usia Lanjut

Baca: Pj Sekda Kapuas Hulu Imbau Masyarakat Jaga Kesucian Bulan Ramadhan

"Rasulullah SAW bersabda, bulan ramadhan, bulan dimana Allah telah mewajibkan kamu sekalian berpuasa dan aku sunnahkan kamu untuk melaksanakan sholat malam. Barangsiapa puasa Ramadhan dan sholat malam dengan dasar iman dan ihtisab, dia telah keluar dari dosa-dosanya sebagaimana hari dia dilahirkan oleh ibunya," ucapnya.

Iswandi menjelaskan, melaksanakan ibadah puasa bukanlah sesuatu yang mudah karena membutuhkan latihan fisik dan psikologis. Namun perlu juga disadari bahwa tidak ada sebuah keuntungan besar yang didapatkan dengan upaya yang ala kadarnya. Sebaliknya setiap keuntungan besar hampir dapat dipastikan merupakan buah dari kerja keras dengan dukungan dengan modal yang besar pula.

"Demikian juga dengan puasa Ramadhan. Di bulan ramadhan, fisik kita dilatih menahan lapar dan haus agar kita juga peka terhadap penderitaan orang-orang miskin. Kita juga ditekankan untuk mengeluarkan infak dan sedekah dari kelebihan harta yang kita miliki. Kesemuanya itu pada dasarnya adalah sebuah pendidikan keimanan agar kita dapat merenung eksistensi diri kita sebagai manusia dan hamba Allah," ungkapnya

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved